[FF] Forgive Me 3.7

author : weaweo (wekyukey was my past name)

length : series, chaptered, sinetron (?)

part : 3

rating : PG-13

genre : apaan ya? -_-

casts : SHINee Kim Jonghyun, SHINee Choi Minho, SHINee Kim Kibum, SHINee Lee Jinki, SHINee Lee Taemin, Park Chaerin, Park Eunrim, Lee Hyura, Lee Jihoon

disclaimer: all of this FF is mine, except SHINee- they belongs to themselves


say no to plagiarism!

COMMENTS ARE HIGHLY APPRECIATED!

*udah pernah dipost di FFIndo*


forgive me-3

by weaweo–


Park Eunrim pov

Huah! Capeknya aku! Di mana sebenarnya ruangan appaku itu? Sudah 3 jam aku memutari tempat ini, tapi tidak satupun ada ruangan bertuliskan ‘Park Jung Il’. Appaaaaa! Kenapa juga kau menyuruhku untuk mengantarkan dokumen tidak pentingmu kemari? Kenapa bukan Chaerin? Mentang-mentang dia baru saja terlepas dari maut, kau jadi menyuruhku! Huhu.

Hey, ada orang! Apa sebaiknya aku tanya saja? Sebenarnya niatan ini sudah ada dari tadi, tapi aku sama sekali belum bertemu satupun manusia di sini- kecuali onnie resepsionis tadi, yang mengatakan bahwa ruangan appaku ada di lantai 3! Yah, sebaiknya kutanyakan saja, mumpung ada manusia!

“Annyeong haseo- boleh aku bertanya?” sapaku kepada orang misterius itu. Dia sedang duduk di sebuah bangku panjang yang diletakkan di lorong panjang tempatku berdiri sekarang.

“Ne- ada apa?” lelaki itu mendongakkan kepalanya. Hmm, sepertinya aku sudah pernah melihatnya, entah di mana.

“Apakah Anda tahu di mana ruangan Park Jung Il?” tanyaku sedikit khawatir kalau-kalau dia tidak tahu.

“Kata resepsionis di bawah, ada di lantai tiga, tapi sedari tadi aku tidak menemukannya.”

Dia tersenyum lalu berdiri dengan tegap. Omo- ternyata dia tinggi sekali, mungkin sekitar 180 cm. Sambil tersenyum, ia mengancungkan telunjuk tangan kanannya ke pintu yang ada di depannya persis.

“Mungkin kau harus lebih teliti lagi, nona. Yang kau cari sedari tadi ada di sana.”

MWO?! Jadi ini yang kucari? Aku sudah berputar-putar sekitar 6 kali dan ruangan yang INI yang kucari?

“Lebih telitilah, nona. Hehe,” selesai berkata begitu, ia langsung pergi meninggalkanku. Kulihat ia berjalan menyongsong beberapa orang lain yang berada tak jauh dari kami (sepertinya baru keluar dari ruangan di sebelah). Ada sekitar 7 orang, mereka kemudian pergi berjalan ke lift. Salah satu dari orang itu bercakap-cakap dengan lelaki yang menolongku tadi, dan menoleh ke arahku sambil tersenyum geli. Kemudian, mereka menyusul masuk lift. Sepertinya aku kenal orang yang tersenyum geli padaku tadi…

….

OMONAAAA!!

Lee Taemin pov

Kami –aku, Onew-hyung, Jonghyun-hyung, Key-hyung, dan tiga orang manajer-hyung- baru saja keluar dari studio saat kami melihat Minho-hyung terlihat sedang mengobrol dengan seorang yeoja. Lalu Minho-hyung datang sambil tertawa geli.

“Siapa dia, Minho?” Key-hyung bertanya tanpa basa-basi. Minho-hyung hanya mengangkat bahu.

“Kajja, masuklah ke dalam lift! Kita hampir terlambat!” manajer-hyung berjalan ke arah lift. Tapi, aku masih penasaran dengan yeoja itu.

“Kenapa kau tertawa-tawa seperti itu, Minho-hyung? Ada hubungannya dengan yeoja itu?” tanyaku penasaran.

Minho-hyung tertawa lagi. “Dia tadi bertanya tentang letak ruangan, yang sebenarnya sedari tadi sudah ia lewati. Tepat di depan kami! Kekeke,” dia mengikik geli.

Aku mengerti di mana letak kelucuannya, lalu aku menoleh ke arah yeoja itu. Dia masih kelihatan bingung, memandang aku dan Minho-hyung dengan tatapan bodoh. Aku tersenyum kepadanya- dengan geli, tentu.

“Hey- Minho, Taemin! Kajja!” Onew-hyung memanggil kami. Tergesa, kami menyusul mereka masuk lift. Ya, kami tidak boleh terlambat.

Park Chaerin pov

SIALAAAAN! Tahu begini mestinya aku ikut Eunrim saja tadi! Chaerin pabbo! Stupid! Argh!

Aku masih terpaku memandangi layar ponselku.

From: Eunrim chagiya!

CHAERINNIE!! Aku bertemu dengan SHINee di kantor appa! Ahahahaha! This is my lucky day honey, don’t be jealous! ^^


Eunrim! Kenapa kau pabbo sekali?! Kalau bertemu SHINee seharusnya kau minta membernya yang bernama Jonghyun untuk tanggung jawab kepadaku! Lagipula, kenapa appa menyuruh Eunrim yang menyusulkan dokumen ke kantornya?! Kenapa bukan aku saja? Payah! Tahu begini tadi aku bilang iya saat Eunrim mengajakku menemaninya! Ah! Kenapa! Chaerin pabbo!!

Lee Jinki pov

“Di mana dia? Katamu dia datang pukul tujuh? Ini sudah jam setengah delapan-”

“Kurang 7 menit, Jinki-ah! Sabarlah sedikit, kumohon! Dia dongsaeng favoritku, aku tak mau buat dia kecewa!”

Aku berdecak kesal. “Pagi ini, aku harus cepat-cepat ke studio. Latihan vokal, dance, dan lain-lain! Memangnya, dia siapa sih, pakai mewawancaraiku segala?!”

Jihoon memandangku sebal, “Dia anggota jurnalistik sekolahnya. Katanya, kalau dia berhasil mewawancarai seorang artis, dia akan dinominasikan jadi ketua klub jurnalistik. Dia orangnya tidak mau kalah, suka tantangan, jadi dia terima tantangan itu.”

Yeoja yang ambisius. Menarik.

“Itu dia! Hey! Hyuraaaa!”

Aku langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Jihoon. Seorang yeoja berambut pendek sepundak datang menghampiri kami. Jihoon menepuk-nepuk pundaknya sambil berkata, “Lama sekali kau Hyura-ssi! Kami sudah lumutan menunggumu! Apa saja yang kau lakukan, sih?”

“Jeongmal mianhae oppa! Aku tadi menumpang mobil eoma! Kau tahu dia selalu mengendarainya dengan kecepatan di bawah rata-rata!” yeoja yang bernama Hyura itu menjawab sambil cengengesan.

“Hah? Jadi Hyumin-sungmo masih memakai gaya menyetir siputnya itu? Sudahlah! Cepat kau lakukan interviewmu! Onew ini orang sibuk! Dia punya banyak jadwal-”

Hyura menatapku dengan matanya yang bulat. Dia tersenyum dengan manis, “Annyeong oppa. Mianhamnida- aku sudah membuatmu lama menunggu.”

“Gwaenchana. Aku juga sedang tidak terburu-buru kok.” MWO? Apa yang kukatakan barusan? Aku kan sudah telat dari jadwal! Kenapa aku harus berkata seperti itu?

“Jinjja? Kau pasti sudah telat! Kalau begitu biarkan aku langsung mewawancaraimu sekarang! Ayo kita mulai!”

Hah? Yeoja ini… apa dia tahu yang kupikirkan?

Park Chaerin pov

“Maaf, nomor yang Anda hubungi sedang sibuk. Silakan-”

Kesal, aku hempaskan ponsel kesayanganku ke atas tempat tidurku. Sudah belasan kali aku mencoba menelpon Hyura, namun tak satupun diangkatnya. Argh! Apa sih yang kau lakukan Hyuraaaa! Aku butuh teman! Aku bosan mendengarkan ocehan Eunrim tentangnya dan Minho!

Ponselku berbunyi hebat. Telepon! Tulisan ‘Hyura’ berkedip-kedip di layarnya.

Ah, biarkan saja! Aku jengkel kepadanya! Lebih baik aku mencari angin segar!

Lee Taemin pov

Pukul sepuluh malam. Sekolahku masih ramai, sebagian dari mereka menunggu jemputan juga, sama sepertiku. Hmm, kira-kira siapa yang akan menjemputku ya?

“Hey, Taemin!”

Minho-hyung ternyata yang hari ini menjemputku. Aku berlari kecil menghampirinya. “Hyung- sudah lama?”

“Ani, baru saja. Kajja, masuklah ke mobil. Dingin sekali bukan diluar?”

Mobil melaju dalam diam. Jalanan juga sudah sepi. Aku capek, dan kelihatannya Minho-hyung juga. Sepanjang perjalanan kami terhanyut oleh alunan lembut musik dari radio. Suasana yang sangat nyaman untuk sekedar memejamkan mata. Mataku menangkap bayangan benda jauh berada di depan mobil kami yang melaju. Kami semakin mendekatinya- MWO?!

“HYUNG!! AWAS!!!” Aku mengguncang bahu Minho-hyung –yang ternyata sudah terkantuk-kantuk, setengah sadar. Minho-hyung langsung membanting stirnya ke kiri, alhasil kami menabrak sebuah tong sampah.

“Taemin! Apa itu tadi?” Minho-hyung bertanya panik.

“Sepertinya orang, hyung,” aku bergidik ngeri.

“Apa dia.. mati?” tanya Minho-hyung sambil memegang kemudi erat. “Aku, aku tadi agak mengantuk. Kukira tadi aku sempat tertidur di jalan, dan terbangun saat kau mene—HWAAAAAAA!!”

Bulu romaku berdiri dengan kompak. Sepertinya, pada jendela di belakangku ada ‘sesuatu’. Kuberanikan menoleh lambat-lambat. “HWAAAAAAAA!”

TOKK! ‘Sesuatu’ mengetuk jendela mobil kami.

“HEY!!” ‘Sesuatu’ di belakangku itu berteriak.

“Ah- sepertinya dia bukan setan, Taemin. Coba kau buka jendelanya.”

“Kau saja Hyung. Aku takut. Hehe.”

“Mwo? Hanya begini kau takut? Payah sekali!”

“Kau tadi juga berteriak bukan? Berarti KAU juga takut HYUNG!”

“HEY!! BUKAAAA!” orang itu terus mengetuki kuat-kuat jendela dengan sebongkah batu berukuran sedang. Aku pesimis jendela mobil Minho-hyung akan bertahan lama kalau diketuki batu dengan kekuatan sebesar itu. Akhirnya, dengan keberanianku kubuka jendelanya perlahan.

“Jeongmal mianhae! Kami tidak sengaja! Kami benar-benar tidak sengaja,” aku langsung membanjirinya dengan permintaan maaf, dan langsung kaget. Ternyata, dia yeoja? Yeoja dengan baju daster dan rambut terurai berantakan. Pantas kalau tadi Minho-hyung sampai menjerit. Yeoja itu terpaku, memandangi kami- yang notabene adalah dua makhluk Tuhan yang paling ganteng- di dalam mobil.

Minho-hyung turun tangan, “Mianhae, nona?”

“SHINee- itu kalian kan? Omona- aku tak menyangka kalau aku akan bertemu dengan kalian di malam selarut ini! Ya ampun-“

“Hey, nona. Kami benar-benar meminta maaf, tadi kami hampir menabrakmu,” Minho-hyung meminta maaf kepada yeoja kusut itu. “Untuk itu, kalau ada yang bisa kami lakukan untuk menebusnya, katakan saja. Kami akan melakukannya-” kemudian Minho-hyung menambahkan beberapa kata dengan suara sangat pelan, “-asal kau tidak minta yang aneh-aneh.”

“Ya, nona. Apakah kau salah satu dari fans kami? Apa yang kau perlukan? Foto eksklusif kami berdua? Tanda tangan? Atau, kau mau melihat kami menyanyi dan menari?” tanyaku bertubi-tubi.

“Aniyooo!” yeoja itu meringis seperti menahan sesuatu.

“Lalu? Apa yang kau mau?” tanya Minho-hyung bingung.

“Kalian– ujung dasterku terinjak ban mobil kalian!!”

Choi Minho pov

“Aniyooo!”

Aneh sekali yeoja berantakan ini. Dia tidak mau foto, tanda tangan, ataupun penampilan eksklusif kami? Huh! “Lalu? Apa yang kau mau?”

“Kalian– ujung dasterku terinjak ban mobil kalian!!”

Seketika aku dan Taemin tertawa terbahak-bahak. Saat aku menoleh, yeoja itu malah berkaca-kaca.

“Sadis sekali kalian. Tampaknya semua anggota SHINee memang sadis-sadis,” ucapnya sambil cemberut sedih. Seketika, aku merasa kasihan padanya.

“Hey, jeongmal mianhae. Aku, kami tak bermaksud menertawaimu, sungguh.”

“Sudahlah! Cepat, majukan mobil kalian! Kakiku sakit menahan dasterku yang hampir robek ini! Berat!”

Aku menurutinya. Kumajukan mobilku sedikit sampai ujung daster panjang yeoja itu terlepas.

“Sudah?” tanyaku sambil keluar dari mobil. Taemin menyusul di belakangku.

“Ne. Kamsahamnida!” jawabnya sangat ketus.

“Kau marah ya?” tanya Taemin. Yeoja itu hanya diam kemudian berbalik pergi.

“Hey-” aku mengejarnya. “Biar aku- em- aku dan Taemin mengantarmu pulang! Rumahmu tak jauh dari sini?”

“Jinjja? Kalian mau antar aku pulang? Rumahku dua jalan sebelum jalan ini.” wajah yeoja itu langsung berubah cerah.

“Ya, itu kalau kau mau?” cetus Taemin pelan.

“Tentu! Hehehe-” yeoja aneh itu tersenyum.

Sedetik kemudian ia sudah ada di dalam mobil kami, duduk di atas jok belakang sambil bersenandung pelan. Tiba-tiba tercetus pertanyaan aneh di dalam otakku.

“Hey- kenapa kau masih berkeliaran di luar? Bukankah sudah malam?” tanyaku penasaran.

Yeoja itu menoleh, “Ah- aku tadi sedang mencari udara segar. Aku baru tak ada teman! Tahu-tahu ketika berjalan aku sampai di jalan tempat aku bertemu dengan kalian, hehe. Ah- itu rumahku di depan tiang listrik. Yap- sudah berhenti di sini saja.” Yeoja itu turun dari mobil.

“Kamsahamnida sudah mengantarku Minho-oppa, Taemin-ssi! Ternyata tidak semua member SHINee jahat! Kamsahamnida!” Yeoja itu kemudian berbalik, lalu berlari kecil masuk ke rumahnya.

Kami meneruskan perjalanan pulang kami. Kali ini aku sudah tidak mengantuk. Sambil menyetir, aku memikirkan sesuatu, sesuatu tentang yeoja itu..

“Kau kenapa Hyung?” tanya Taemin tiba-tiba. “Kenapa menggumam-gumam sendiri? Kau- kau tidak kesurupan roh halus kan?”

“Aniyoo! Hanya saja, Taemin, aku sepertinya sudah pernah bertemu dengan yeoja aneh tadi. Tapi di mana ya?”

Taemin memandangiku dengan tatapan tidak percaya, “Masa kau tidak ingat Hyung? Apakah semakin tua umurmu, semakin pikun-kah juga kau? Yeoja itu kan yeoja yang bertemu denganmu di studio? Yang kau bilang perlu diperiksakan matanya ke dokter mata?”

CITT!! JEGLUUKK!!!

“OH YA! Aku ingat!” Aku menepuk dahiku lalu menoleh kepada Taemin.

“Lho? Taemin? Kenapa kau tidur di dashboard?”

“SAKIT HYUNG! HRRRGHHHHH!”

Kim Kibum pov

Mimpiku sangat mengerikan. Semua anak SM Entertainment berubah menjadi zombie dan mengejar-ngejarku sampai ke tempat yang tidak kuketahui. Ketika aku sampai di sebuah tempat, seorang yeoja dan seorang namja berwajah seperti wajah Jonghyun-hyung datang menghampiriku, lalu mengejarku. Aku berteriak-teriak ketakutan, tapi tidak ada yang menolongku!

Aku terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhku. Kulirik jam dinding di kamarku sudah menunjuk angka 2. Tanganku gemetaran. Kurasa aku perlu minum. Perlahan aku turun dari atas tempat tidurku. Cih- Minho mengorok keras sekali. Pantas mimpiku mengerikan.

Aku membuka pintu pelan lalu melangkahkan kakiku ke arah dapur. Ruang tengah dorm sangat gelap dan sunyi. Hmm, malam-malam begini, baguskah kalau aku minum air es?

“ADAAAW!”

“HWAAA!”

Tek- lampunya sudah kuhidupkan.

“HYUNG! Apa yang kau lakukan malam-malam begini?!” aku menatap sesosok manusia yang sedang terduduk lemas di lantai.

“Aku? Aku sedang tiduran di lantai.” Manusia itu- Onew, leaderku- hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk hidungnya.

“Malam-malam begini? Apakah kau gila?! Dingin hyung!” aku menggeleng-gelengkan kepalaku setengah tak percaya.

Onew-hyung meringis, “Sebenarnya, aku sedang memikirkan sesuatu, Key.”

Mataku membulat, “Mwo? Apa itu?”

“Kau tahu kan kalau tadi pagi aku pergi untuk diwawancarai seorang reporter sekolah?” Onew-hyung memandangiku dengan tatapan senang.

“Ne, ne. Lalu?”

“Yeoja itu- dia sangat menarik! Aku belum pernah bertemu dengan yeoja seperti dia! Dia…”

Hah- dia mulai bercerita panjang. Tentang yeoja yang dia temui, betapa pintarnya yeoja itu, betapa klopnya dia dengan hyungku yang satu ini. Mulut Onew-hyung sampai berbusa-busa menceritakannya. Kurasa keesokan harinya aku akan bangun dengan kantung mata hitam.

“Sudah selesai?” tanyaku sambil menguap.

Jinki-hyung menatapku antusias, “Ne! Apa pendapatmu?”

Mwo? Aku mengaku, sebenarnya tadi aku setengah tertidur saat Onew-hyung bercerita, jadi aku tidak mendengarkan. Namun, kujawab saja dengan singkat, “Sepertinya dia yeoja yang baik.”

“Jinjja? Kalau begitu besok aku akan mempertemukan kalian! Kemudian katakan padaku bagaimana pendapatmu tentang dia. Mungkin aku juga akan mengajak anak-anak. Atau aku bawa saja dia ke dorm ya? Pasti menyenangkan!” Onew berbicara dengan semangat.

Oh- aku memutar bola mataku. Pasti akan membosankan, lagipula aku ada janji dengan orang lain. Sial!

—tbc—
©2010 by weaweo


KOMEN-^^

16 thoughts on “[FF] Forgive Me 3.7

  1. Mira~Hyuga says:

    Hahaha~ ngakak bayangin Taemin kejeduk dashboard..😄

    Oh, iya, yg cwek aneh itu Chaerin kah? .__.

    Aku bingung, kira2 siapa jadi pasangannya siapa, ya? .___.
    Penasaran! Capcus ke next part! >,<
    Ahihi~ ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s