[FF] Belle the Angel: Believe Your True Love

title: Belle the Angel: Believe Your True Love
author:
weaweo
length: oneshot
rating: T
genre: fantasy, romance, comedy (aneh)
casts: Belle, Blue, Flo, Lee Yoorin, Choi Siwon, Lee Donghae, Hyomin T-Ara, etc.

say no to plagiarism!-

COMMENTS ARE REALLY HIGHLY APPRECIATED!

—————————————————————-

Belle the Angel: Believe Your True Love

by weaweo-

Anyyeong-! Masihkah kalian mengingatku? Aku Belle, malaikat cinta yang paling cantik di seluruh jagad raya! (readers langsung kejang-kejang- LOL)

Yah, bisa kalian lihat sendiri. Aku sedang menganggur sekarang! Sejak kedatangan malaikat-malaikat laki-laki, semua lahan pekerjaanku mereka caplok. Alhasil aku tidak ada kerjaan sekarang. Aku jadi bingung, mau senang atau sedih. Jujur aku sedikit menyesal kenapa dulu saat aku masih punya begitu banyak pekerjaan, aku sering mengeluh. Sekarang tidak ada yang bisa kukeluhkan, aku jadi merasa sepi sendiri!

Oke- jujur. Tidak sepi sekali sih, aku masih punya Flo dan senior Ginerva- yang makin sibuk saja setiap hari! Mereka memang staf istana malaikat yang rajin, suka membantu, dan tidak punya perasaan aneh kepada malaikat-malaikat laki-laki yang baru saja datang. Kalau aku, jujur, aku agak risih melihat mereka bertebaran di tempat yang biasanya hanya berisi perempuan! Apalagi melihat malaikat YANG SATU ITU! Muak aku dengannya!

“Hiyaaa- Belle! Kau sedang memikirkanku ya-?” seseorang menepuk bahuku dengan antusias.

Sialan, bagaimana dia bisa tahu aku ada di sini? Aku sudah berusaha bersembunyi di balik bangunan kantor administrasi dan dia bisa menemukanku? Menyebalkan.

“Aku akan tetap bisa menemukanmu, Belle! Kau tidak akan terlepas dari mataku!” sahutnya riang seakan bisa membaca pikiranku.

Huh, baiklah. Perkenalkan, dia adalah malaikat laki-laki yang paling aku benci di muka bumi ini. Namanya Blue. Yap, nama yang sesuai untuk laki-laki dengan mata yang sebening laut yang biru, seperti dia. Matanya memang tidak berwarna biru namun entah mengapa, setiap kali aku melihat ke dalamnya, aku seperti melihat lautan yang biru. Tapi aku membencinya! Aku tidak suka padanya! Sudah jadi rahasia umum kalau dia suka merecokiku.

“Sudahlah, Blue. Aku tidak ada niat berurusan denganmu!” sergahku kesal sambil berjalan menjauhinya.

“Hey- Belle. Maafkan aku, tapi aku memang harus terus mengikutimu!” ujarnya sambil mengikutiku.

“Lalu? Buat apa?!” tanyaku kesal sambil berkacak pinggang.

“Yah.. Aku kan harus selalu menjagamu,” ujarnya salah tingkah. “Aku kan..”

“Sudahlah! Itu sudah basi!” potongku tak sabar. Tepat ketika Flo datang membawa map-map.

“Kalian berdua-! Ada tugas untuk kalian! Cepatlah melapor!” kata Flo sambil berlalu pergi.

Aku dan Blue berpandangan lalu berlari saling mendahului sampai ke sekretariat.

***

MENYEBALKAAAAAAAAAN! Kenapa dunia ini tidak adil kepadaku?! Kenapa dari sekian banyak malaikat laki-laki, yang dipilih untuk menjadi partner tugasku adalah DIA! BLUE BLUE BLUE! Menyebalkan!

Mana tugasku hari ini sangat tidak jelas! Kata staf kesekretariatan tadi, aku hanya disuruh mengawasi yang meluruskan hal-hal yang bengkok. Menurutku Blue otaknya bengkok, bolehkah aku meluruskannya dengan linggis? -__-

Yah- walaupun begitu aku harus tetap melaksanakan tugas ini karena aku harus mendapatkan poin. Aku ingin tanggal reinkarnasiku dimajukan!

Sekarang aku sudah sampai di depan sebuah rumah bergaya etnik. Seorang yeoja sedang asyik duduk-duduk di bawah pohon sambil mendengarkan musik dari iPodnya, dengan sebuah laptop dimainkannya di atas paha. Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi aku lupa namanya.

Tak lama sebuah mobil berwarna hitam mengkilap berhenti di depan rumah persis. Seorang namja berpakaian kasual dan berkacamata hitam turun. Hey- aku tahu laki-laki ini! Dia teman klienku yang kemarin, Siwon! Dia berjalan mendekati yeoja itu smabil membuka kacamata.

“Kenapa wajahmu langsung cerah?” tanya Blue tiba-tiba setelah sekian lamanya diam. Berisik, aku hanya diam, tidak menanggapinya.

“Hey- Yoorinnie,” Siwon memanggil yeoja yang sedang asyik itu. Yeoja itu tidak menoleh. Ah, yeoja itu pendengarannya buruk sekali! Mungkin karena sedang memakai headphone, tapi seharusnya dia kan juga bisa mendengarnya lamat-lamat?

“Yoorin-ssi!” panggilnya lagi, tapi yeoja itu tetap cuek. Ah- sekarang aku ingat yeoja ini! Dia dongsaeng klienku kemarin.

“Lee Yoorin! YAA-!” Siwon menjitak kepala Yoorin kesal,

“Aduh! Siwon-oppa!” Akhirnya dia mendongak. “Kau mencari Donghae-oppa? Dia sedang di atas!!”

“Aniyo! Aku mencari-”

“OPPAAAAAAA! ADA SIWON-OPPA DI BAWAAAAAH-!!! DIA MENJITAKKUUU!!”

“Ah- Yoorin. Tidak perlu sampai begitu..”

***

“Entahlah, Donghae. Aku sudah putus asa. Tampaknya dia sama sekali tidak memperhatikanku!” curhat Siwon setelah naik ke kamar Donghae. Aku dan Blue memutuskan untuk mengikutinya. Well, hanya aku sih. Blue tadinya enggan karena menuduh aku hanya ingin dekat-dekat namja tampan, huh.

“Bersemangatlah, Siwon! Hwaiting!” Donghae mengepalkan tangannya ke atas. “Aku tahu adikku itu memang agak kurang peka dengan perasaan orang lain. Sayangnya dia terlalu peka dengan perasaan orang yang tidak ada urusan dengannya!”

“Ah- aku capek Donghae. Aku dan Yoorin sama sekali tidak ada kemajuan! Tampaknya dia hanya menyukai Kibum. Kuperhatikan kemarin waktu kita di Busan.”

“Tenang saja, Key kan tidak suka kepadanya. Kemarin dia sudah mengatakan padaku kalau dia tidak suka Yoorin. Yoorin-nya saja yang mengharap lebih kepadanya!” cetus Donghae santai.

“Kau tidak kesal-? Secara tidak langsung kan Key bilang kepadamu kalau Yoorin genit?” tanya Siwon. Aku ikut mengangkat alisku heran.

“Aniyo. Kalau memang keadaannya seperti itu?” Donghae mengangkat kedua bahunya. “Aku malah marah kalau kau tidak berusaha mendapatkannya! Buatku kalian sudah seperti suami-istri yang suka bertengkar! Sekali-sekali bisakah kau romantis kepadanya?”

“Tidak bisa. Dia selalu kekanak-kanakkan. Membuatku selalu ingin jahil kepadanya. Kau lihat sendiri bukan tadi?” Yah, aku melihat kalau Yoorin memang kekanak-kanakan.

“Yah- Yoorinnie memang seperti itu, salah sendiri kau suka! Cobalah kau rancang makan malam romantis atau apalah. Yang kudengar dari Hyuncha, Yoorin suka bercerita kepadanya kalau dia sangat ingin hubungan yang romantis,” Donghae menepuk bahu Siwon simpati.

“Yah- AAAH!” Siwon tiba-tiba berdiri. Membuat Donghae terlonjak saking kagetnya. “Donghae-ah! Bisakah kau bawa dia ke apartemenku malam ini juga? Aku akan menunggu di sana.”

“Geurae. Memangnya kau mau apa-?”

“Sudahlah. Lakukan saja!” Siwon berlari keluar kamar. “Aku pergi dulu! Bye!”

“Bye-” Donghae melambaikan tangannya kepada angin. “Sebenarnya dia kenapa? Huh.”

“Hey- Belle. Aku akan mengikuti Siwon. Kau sebaliknya ikuti Yoorin dan oppanya!” ujar Blue dengan nada menyuruh. Kubuka mulutku untuk membantah, sayangnya dia sudah menatapku dengan tajam.

“Iya- iya! Seenaknya sendiri kau menyuruhku, aku kan sunbae-mu!”

“Sudah, tidak usah membantah! Aku pergi dulu,” Blue mengepakkan sayapnya keluar jendela. Kudengar suara mobil yang dihidupkan, semoga Blue tidak ketinggalan!

***

“Yoorin- tumben kau sudah berpakaian bagus? Baguslah, aku memang akan mengajakmu berjalan-jalan!” seru Donghae ketika melihat Yoorin memakai gaun merah muda selutut.

“Ah- oppa! Kau mau mengajakku pergi? Tumben,” cibir Yoorin. “Biasanya kau menelepon Hyuncha-ssi, bukan mengajakku pergi malam minggu seperti ini!”

“Aish- sudah! Kau cerewet saja! Ayo kita pergi!”

“Ah- tidak bisa. Aku sedang menunggu jemputan, sayangnya mobil yang aku tumpangi malah macet di jalan! Hari ini aku akan ke pesta ulang tahun Hyomin!”

“Aigoo- Hyomin ulang tahun? Kenapa dia tidak bercerita kepadaku?” Donghae menautkan kedua alisnya, heran.

“Tentu saja, pabbo! Kau kan malah meracau tentang Hyuncha saat Hyomin mengatakannya kepadamu! Dia jadi malas mengajakmu!”

“Ish- Yoorin! Jangan bilang ‘pabbo’ pada oppamu!” hardik ummanya dari kamar. Yoorin cuma memajukan bibirnya kesal dan Donghae bergaya sok berkuasa.

“Seharusnya kan dia bisa bilang kepadamu! Kenapa dia jadi seperti itu sih? Menyebalkan.”

“Kau ingin ikut pesta, oppa?” tanya Yoorin jenaka. Donghae mengangguk. “Kalau begitu, kau ikut denganku saja. Aku kan belum punya SIM, jadi kau harus menemaniku..”

“Hiyaa-! Kajja!” Donghae langsung menarik tangan Yoorin sambil berlari, kurasa, ke garasi.

“Kyaaaa-! OPPA! PAKAI BAJU YANG BAGUSAN SEDIKIT DONG!!!” teriak Yoorin ketika melihat apa yang dipakai Donghae: kaus dalam dan celana boxer.

***

Aku mengikuti kedua kakak-beradik ini sampai ke pesta. Begitu mereka turun dari mobil Nissan yang mereka tumpangi, semua mata langsung mengarah kepada mereka. Mungkin kalau aku tidak tahu, aku sudah mengira mereka pacaran. Yah- mustahil sih, masalahnya wajah mereka juga lumayan mirip.

“Hyomin! Saengil chukkae! Wish you all the best,” Yoorin memeluk seorang yeoja yang berdiri di dekat kue ulang tahun besar. Hyomin membalas memeluknya erat.

“Gomawo, Yoorin! Kau memang sahabatku yang terbaik!” Hyomin dan Yoorin melepaskan pelukan mereka. “Ah- Donghae-oppa. Kau datang?”

“Ne! Kau jahat sekali Hyomin, tidak mengundangku!” Donghae tertawa riang. Lucu sekali dia.

“Salahnya sendiri kau malah aneh-aneh saat itu. Lagipula kupikir kau sudah menikah dengan Yuri-unnie saat aku ulang tahun, ternyata tidak jadi! Bukan salahku kan?”

“Hahaha- ya sudahlah! Saengil chukkae, Hyomin!” Donghae dan Hyomin bersalaman. Kulihat Hyomin terlihat agak canggung.

“Gomawo, oppa. Silakan kalian nikmati hidangannya-! Aku akan menemui tamu yang lain, tunggu aku Yoorin. Nanti aku akan kembali.”

“Ne! Sambil cari namjachingu ya, Hyomin! Hehehe- aduh!” Hyomin menepuk bahu Yoorin keras sekali hingga menimbulkan suara. Terkekeh pelan, Hyomin langsung pergi menemui tamu-tamunya.

Yoorin dan Donghae asyik menjadi penunggu meja yang berisi penuh dengan makanan. Kulihat Yoorin sangat menikmati pestanya, begitu juga dengan Donghae. Aish- apa Donghae lupa pesan Siwon tadi?

“Hey- oppa. Tunggulah di sini, kudengar Yuri-unnie dan Yesung-oppa akan kemari juga. Aku akan menemui teman-teman sekolahku dulu,” Yoorin menepuk bahu Donghae yang langsung mengangguk. Adik perempuannya itu langsung pergi menghampiri teman-temannya di sudut ruangan.

Tiba-tiba ponsel Donghae berbunyi, aku bisa mendengarnya. Sayangnya, dentuman musik begitu keras sehingga Donghae tidak mendengarnya, atau mungkin keluarga Donghae memang mempunyai penyakit pendengaran kurang- mengingat Yoorin juga seperti itu tadi pagi!

Ish- kasihan sekali orang yang menelepon Donghae itu. Dia benar-benar tuli, sudah setengah menit suara ringtone-nya berbunyi! Karena kesal, aku tendang saja kakinya biar dia merasa!

“ADUH-!” Donghae mengaduh kesakitan sambil menoleh ke kanan-kiri, mencari setan yang menendangnya. Tentu saja kau tidak akan melihatku- aku kan tidak kasat mata! Pabbo-!

Akhirnya dia merogoh kantung celana jeans yang dipakainya. Dahinya mengernit sedikit membaca nama sang penelepon. Tanpa menunggu lagi, dia menekan tanda hijau di ponselnya. Aku lebih mendekatkan telingaku kepadanya.

“Yoboseyo-? Iya, Siwon! Kami sedang ke sana! Apa-? Suara musik berdentuman? Ah, aku hanya sedang menghidupkan musik di mobil! Iya, kami akan segera ke sana!” Donghae menutup slide ponselnya dan langsung terlihat cuek, santai. Entah kenapa kurasakan dia akan menikmati suasana pesta sebentar lagi. Aigoo- dia benar-benar menunda untuk menyusul Siwon? Namja gila.

Setengah jam aku menunggu, Donghae akhirnya mulai mencari Yoorin dalam kerumunan. Sesekali terdengar suara yang memanggil Donghae, untungnya dia tidak berhenti! Dia tetap mencari adik tersayangnya, yang dia temukan di dekat kolam renang.

“Hey- Yoorin. Ayo kita pergi.”

Yoorin menepiskan tangan kakaknya, “Nanti dulu. Aku masih ingin mengobrol, oppa.”

“Sudah tidak ada waktu, Yoorinnie! Aku sudah berjanji!”

“Janji apa?” tanya Yoorin dengan wajah ingin tahu.

“Nanti juga kau akan tahu! Sekarang ikutlah denganku! Kajja-” Donghae menarik tangan Yoorin. Yoorin melambai kepada beberapa temannya dan mengikuti seretan Donghae.

Lalu tiba-tiba, seorang laki-laki bertubuh besar dan agak gendut terdorong ke celah antara Yoorin dan Donghae. Dorongannya membuat genggaman tangan mereka terlepas. Yoorin kehilangan keseimbangan, perlahan jatuh. Di bawahnya ada kolam renang yang tampak sangat dalam.

Sebuah bayangan menghampiriku. TIDAK! Dia tidak boleh tenggelam! Kuraungkan salah satu mantraku, “ Flot-”

“YOORIN!” Donghae menarik tangan adiknya tepat waktu. Fiuh syukurlah. “Gwenchanayo-?”

Yoorin mengangguk- dia masih dalam shock. Donghae menuntunnya berjalan ke mobil yang terparkir di depan. Aku mengikuti mereka. Akhirnya mereka pulang setelah sebelumnya berpamitan kepada Hyomin.

“Mianhae, Yoorin. Aku harus membawamu ke tempat seharusnya aku membawamu,” ujar Donghae sambil menyetir.

Yoorin menatap kakaknya tidak mengerti, “Maksudmu, oppa-?”

“Kau akan tahu nanti. Mianhae.”

“Ah- geurae. KYAAAAAA!! OPPA, AWAS!! KENAPA KAU MALAH YANG MENYETIR?!!”

“Hahaha- aku lupa aku tidak begitu mahir..”

“KYAAAA-!! LIHAT DEPAN OPPAAAAAAAA!”

Aku menutup mata. Kacau, cara mengemudi Donghae memang sangat kacau. Lihat, spedometernya saja sampai 180 km/jam… MWO- 180?!!

“Sudahlah, oppa! Cepat berhenti- aku saja yang mengemudi!” seru Yoorin cepat. Dia buru-buru mengencangkan seat belt-nya.

“Aniyo! Ini kejutan. Kalau kau yang menyetir, kau akan tahu aku membawamu kemana!” ujar Donghae sambil tetap menyetir dengan wajah tegang.

“YA-! Sudahlah tidak usah keras kepala! BERHENTI, OPPA!!!”

“ANIYO! Lagipula aku lupa cara berhenti..”

“INJAK REMNYA PABBO-!!”

CITTTTTT-! Donghae menginjak rem keras, namun itu tidak membuat mobil itu berhenti. Ah aku bisa melihat, di depan ada galian perbaikan saluran! Mereka bisa masuk ke dalamnya kalau mobil ini berhenti! Apa yang harus aku lakukan?

Akhirnya aku keluar dari mobil (yap- aku sudah bilang kalau aku bisa menembus dinding kan?) dan mengepakkan sayapku cepat. Kudaratkan diriku tepat di depan galian itu dan mempersiapkan tanganku.

“ARRÊTER-!!” pekikku saat mobil mereka sudah berada 7 meter jauhnya dariku.

Tidak terjadi apa-apa. Bahkan gemercik cahaya yang biasa keluar dari tanganku saat mengucapkan mantra tidak keluar sama sekali! Ada apa ini?

“ARRÊTER!!” teriakku sekali lagi. Mobil itu tetap tidak berhenti. Kuulangi mantra itu berkali-kali, tapi hasilnya nihil..

Mobil Donghae dan Yoorin sudah sampai satu meter jauhnya dariku. Mereka sudah saling berpelukan, ketakutan. Aish- mianhae. Aku tidak bisa menolong kalian. Kupejamkan mataku karena pasrah.

“Arrêter!” Tiba-tiba terdengar suara seorang namja, disusul suara mobil berhenti tepat di depanku. Aku membuka mata, Donghae dan Yoorin sedang saling memandang karena takjub. Kutolehkan kepalaku ke samping kananku.

Blue, berdiri dengan gagah, menatapku geli. “Kau lupa? Kau dapat hukuman tidak bisa menggunakan mantra-mantra khusus selama sehari bukan?”

AIGOO-! Ya, aku ingat. Kenapa aku bisa lupa ya?

“Kau tahu, kenapa aku disuruh menemanimu? Itu karena aku memang ditakdirkan untuk selalu menemanimu. Sekarang, cepat kau buat mereka berdua bergegas ke rumah Siwon. Lilin-lilinnya sudah mulai meleleh.”

Aku mendongak menatap Blue dalam diam. Astaga, ternyata dia tampan juga.

***

Sesampainya di apartemen Siwon, aku takjub. Namja yang sangaaaaat romantis! Lihat semua lilin yang ia taruh di lantai itu. Walaupun sebagian sudah meleleh- namun ia benar-benar berusaha membentuk nama Yoorin dengan hati-hati.

“Akhirnya kalian datang?” cibir Siwon kesal. “Satu jam dari awal perjanjian? Benar-benar percuma.”

“Jeongmal mianhae, kami ada kecelakaan kecil di jalan.”

Siwon membelalakkan mata mendengar perkataan Donghae. Kurasa ia ingin menanyakan keadaan mereka tetapi dia tahan. Mungkin gengsi.

“Sudahlah- kalian pulang saja. Aku sudah tidak niat melanjutkannya.”

“Apa-?” tanya Yoorin dengan nada tinggi. “Kami sudah jauh-jauh kemari sampai hampir masuk lubang galian tapi kau malah mengusir kami pulang? Orang macam apa kau, oppa?!!”

“Kalian lama,” jawab Siwon pendek. “Lilin-lilinku sudah mencair!”

“Buat apa kau menyusun lilin-lilin itu? Kurang kerjaan!” seru Yoorin jengkel.

“Tidak bisakah kau lihat?” kata Siwon terlihat putus asa. “Apa yang dibentuk lilin-lilin itu? Bisakah kau baca-?”

Kulihat Yoorin mengernit dan membacanya tanpa kata. Yoorin. Itu tulisannya. “Apa maksud dari semua ini, oppa?”

“Aku mencintaimu,” cetus Siwon singkat. Dari matanya terpercik cinta yang mendalam, aku tahu itu.

“Apa kau bercanda? Kau pasti sedang mengerjaiku? Donghae-oppa membantumu ya?”

“Aniyo,” Donghae menjawab. “Kapan kau akan berhenti negative thinking? Dia benar-benar serius!”

“Hahaha- aku tetap tidak percaya. Kalian pasti bercanda.”

Keras kepala. “Sudahlah Blue, lakukan saja,” kataku pelan.

“Apa-?” tanya Blue kaget. “Kau bilang kita tidak boleh gegabah.” (Sementara itu Yoorin masih berspekulasi kalau Siwon sengaja mengerjainya.)

“Dia tidak akan percaya,” kataku sambil tetap mengamati. (Tepat saat Yoorin berkata, “Kalian tahu bukan kalau aku hanya menyukai Key?”)

“Dia akan percaya, Belle. Bersabarlah.”

“Tidak. Dia memilih Key, oppa Hyuncha yeojachingu Donghae. Sudah, mantrai saja dia.” (Donghae menyahut, “Aku tidak akan merestui kau dan Key, kalau kalian jadian.”)

“Kalau kau bisa meyakinkannya, itu akan lebih baik bukan?” tanya Blue sambil menatapku. “Kau perempuan, mestinya kau paham perasaannya. Katakan padanya kalau dia akan lebih baik dengan Siwon daripada Key.”

“Meskipun dia tidak menyukainya?” tanyaku sinis. (Yoorin berseru, “OPPA-! Kenapa kau begitu?”)

“Sadarkan dia kalau Key tidak menyukainya.” (Donghae berkata pelan, “Key tidak menyukaimu, Yoorinnie! Sadarlah!!”)

“Kalau gagal?” tanyaku lagi.

“Berarti mantraku akan datang kepadanya. Sudah sana!”

Aku menghela nafas dan mendekati Yoorin yang sedang bersitegang. “Hey Yoorin,” bisikku pelan. “Key tidak menyukaimu.. Kau tahu bukan dalam hatimu?”

Yoorin diam. Untunglah dia tidak kaget, mungkin dia mengira aku suara hatinya.

“Siwon akan membuatmu mencintainya,” kulihat benang merah muncul dari jari kelingking Yoorin, terhubung dengan Siwon. Astaga- mereka jodoh. “Percayalah, pilihan kakakmu tidak salah.”

“Bagaimana aku bisa tahu-?” desis Yoorin tanpa suara. Aku menoleh ke belakang dan Blue berjalan mendekat. Dia mengayunkan jemarinya di depan mata Yoorin sambil membisikkan mantra.

“Lihatlah- kau bisa melihatnya. Benang merah di jarimu. Terhubung dengan laki-laki itu,” ujarku sangat pelan. Yoorin membelalakkan matanya. Ya, dia bisa melihatnya.

“Benarkah?”

“Seumur hidupmu, benang itu akan tetap terlihat olehmu. Walaupun kau menyangkal, tapi takdir tak bisa kau bohongi! Kau tahu dalam hatimu hanya ada keraguan atas laki-laki bernama Siwon itu.. Katakan padanya, Yoorin.”

Aku mundur selangkah, menjejeri Blue yang langsung menepuk bahuku riang.

“Siwon-oppa..”

Siwon mendongak. Donghae menatap Yoorin waspada. Aku dan Blue berpegangan tangan.

“Bisakah kau membuatku mencintaimu?”

Siwon berdiri dan menghampiri Yoorin. Tanpa berbicara, ia langsung menciumnya dengan lembut. Ciuman penuh cinta, bukan nafsu- itu yang kulihat.

“Akan kucoba seumur hidupku.”

***

Ah- hello. Yah, bisa kau lihat aku menganggur lagi! Kemarin dan hari ini aku ditugaskan untuk menemani Flo mengajar anak-anak akademi tentang tugas kemalaikatan. Simpel saja, kami disuruh menemani mereka mengenal bumi dan manusia. Sekarang kami sedang ada di jalan yang begitu ramai di pusat kota Seoul.

Haha- aku geli melihat kelakuan anak-anak ini. Umur mereka kebanyakan masih bisa dihitung dengan jari tangan, jadi terkadang mereka nakal tapi sering sekali memancing tawaku dan Flo. Huh, aku jadi ingat jaman aku masih di akademi..

Flo dan aku sedang mengadakan game survival. Siapa yang dapat melaksanakan semua misi yang kami berikan dan tiba di pos kami tepat waktu akan mendapatkan hadiah.

“Belle- tunggulah di sini, aku akan mencari kelompok Bunga Bangkai. Tampaknya mereka keluar dari lintasan,” kata Flo setelah lima belas menit lamanya game kami berlangsung. Dia memperlihatkan titik-titik yang berkedip di GPS (yah- malaikat juga memakai GPS! Kau kira kami tidak ikut perkembangan dunia?).

Ah, titik yang menunjukkan tim Bunga Bangkai memang keluar dari jalur. Tidak heran, mereka memang suka aneh-aneh. Dari namanya saja sudah ketahuan bukan kalau isi dari tim itu memang aneh?

“Oke, hati-hati,” cetusku pendek sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang.

“Kau hidupkan GPS ponselmu! Kalau saja nanti ada mulai keluar jalur, telepon aku-” seru Flo sambil mengepakkan sayapnya pergi. Aku mengangguk kecil.

Kuambil ponselku di saku dan menghidupkan GPS. Hey- tampaknya tadi aku menyentuh sesuatu yang kering seperti kertas di saku. Kuambil kertas itu dan tersenyum sendiri. Ini laporan pekerjaanku dua hari kemarin. Pekerjaan yang harus kubagi dengan Blue.

Ah- Blue, dia mungkin sedang bertugas lagi. Mengingatnya entah mengapa membuatku senang. Kata Flo, sikapku kepadanya mulai membaik.. apakah aku menyukainya? Entahlah, tetapi kurasa perasaan ini bukan cinta. Aku sama sekali tidak tahu karena aku memang tidak pernah mencintai.

Semasa aku hidup dulu, aku mungkin pernah mencintai. Tetapi sebagian memoriku terhapus, aku tidak bisa mengingatnya lagi. Aku hanya ingat, aku saat hidup tinggal bersama seorang nenek renta di sebuah kota di Korea. Kemudian, yang kuingat aku mati di umur 17 tahun karena keracunan.

Ah- sudahlah. Toh itu sudah berlalu, sudah lama sekali. Sekarang aku harus memperhatikan hari yang akan kusongsong besok setelah aku reinkarnasi bukan? Menyenangkan!

Kubaca lipatan kertas laporan pekerjaanku itu sambil tersenyum sendiri..

LAPORAN PEKERJAAN

Nama: Belle Swim
Tanggal reinkarnasi: 12 Maret 2011 pukul 08.00
Poin: 52
Pekerjaan: Membuat seorang perempuan meyakini siapa jodohnya dan melupakan yang lain
Rating pekerjaan: MudahSedang – Sulit – Sangat Sulit
Status pekerjaan: BERHASIL dalam waktu 13 jam 45 menit 07 detik dengan nilai 85
Hadiah: Poin plus 11
Kesalahan: Lupa kalau tidak bisa memantrai (HAHAHAHAHAHA- PABBOOO!!) dan dengan sengaja menendang kakak klien (Pabbo- pabbo, kau dikira setan tahu! Hahahahaha)
Hukuman: Dimaafkan dengan banyak pertimbangan
Konsekuensi hukuman: Tidak ada
Catatan: Sudah dapat bekerja sama, mempercayai, dan tidak egois. Hargai pendapat partnermu dan jangan suka berpikiran aneh-aneh tentangnya. Kalian pasangan yang cocok! Kekuatanmu sudah kembali setelah kau baca laporan ini. Oh ya- terima kasih kau sudah membuatku tertawa dengan kesalahanmu yang konyol! Salam gembira!😀

Silakan tukarkan poin Anda ke sekretariat terdekat. Semoga hari Anda menyenangkan!
Print time: 21 Desember 2010 pukul 08.53

Hahaha- mesin aneh. Tampaknya mesin ini tahu tata krama dan cerewet (lihat saja betapa panjangnya catatan yang dia tulis!), tapi tetap saja membuatku merasa aneh karena dia menertawakanku! Menyebalkan.

Dan aku menendang Donghae dengan sengaja- memang! Kalau tidak dia tidak akan sampai ke rumah Siwon! Huh- mesin bego.

Sudahlah, tak ada gunanya aku merutuk mesin-mesin aneh itu. Seharusnya aku sudah maklum dengan mesin-mesin aneh itu.

Hey, kira-kira apa ya isi laporan Blue? Biar kutanyakan saat bertemu nanti! Kekekeke-

“Noona-! Kami sampai paling pertama ya?”

Aku menoleh. Seorang anak berwajah lucu menatapku senang. Dia tertawa lebar saat aku mengangguk dan berkata, “Chukkae-!”

“Yeee-” keempat teman-temannya bersorak senang. Aku tersenyum melihat kelakuan mereka. Ah- aku selalu suka anak kecil.

“Unnie,” seorang anak perempuan datang (kurasa namanya Lila) dan menggelendot di kakiku. “Tadi aku tidak sengaja memegang orang yang sedang berjalan. Salah dia kenapa harus ada di sebelahku.. Tak apa kan, unnie?”

“Yah- gwenchana. Besok lagi kau harus hati-hati ya?”

“Ne!” Dia mengangguk semangat. Kuelus kepala anak kecil itu dengan kasih sayang. Melihat mereka saja aku sudah bahagia.

“Noona- sedari tadi pria itu melihat kita! Apa tidak apa-apa?” Seorang anak kecil yang kuketahui bernama Fal menunjuk ke seberang jalan tempat kami berkumpul. Aku mengikuti arah yang ia tunjukkan.

Benar saja, seorang namja bersandar di halte bus menatap kami berenam. Wajahnya serius, tatapannya tajam. Ah, mungkin sedang melamun. Tak mungkin manusia bisa melihat kami.

“Gwenchana, Fal. Kurasa dia hanya melamun. Kebetulan dia menerawang sambil melamun ke arah kita,” ujarku menenangkan Fal yang mengangguk mengerti.

Aku memperhatikan namja itu. Aneh, aku serasa dekat dengannya. Ah- mungkin hanya perasaanku. Kuteruskan kegiatanku berceloteh dengan anak-anak asuhku, menyuruh mereka menceritakan pengalaman mereka berjalan-jalan tadi.

“Unnie! Oppa itu tersenyum!” seorang anak perempuan, yang merupakan saudara kembar Lila, menunjuk arah seberang jalan. Aku menoleh.

Benar, laki-laki yang tadi masih menatap kami dan tersenyum. Apa-? Kenapa dia? Kalau dia melamun, mestinya senyumannya tidak akan terasa hidup seperti itu?

Kubalikkan badanku ke belakang. Tidak ada orang karena belakangku, memang, hanya ada tembok sebuah bangunan kafe. Tadinya kukira dia tersenyum pada orang di belakangku.

Astaga- apa dia bisa melihat kami?

Kutolehkan kepalaku ke arah laki-laki itu. Dia masih tersenyum, sampai pada akhirnya sebuah bus datang dan dia langsung naik ke atasnya. Dia mengambil tempat duduk di bangku yang membelakangiku, namun bisa kulihat senyum terulas di bibirnya saat melihatku lagi.

Dan bus membawanya pergi.

Siapa dia? Kenapa dia bisa melihatku?

-THE END-

©2011 by weaweo

8 thoughts on “[FF] Belle the Angel: Believe Your True Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s