[FF] My Dream Girl Is You (FM Stories)

title: My Dream Girl Is You

author: weaweo

length: oneshot

rating: T, PG-15

genre: romance, comedy (garing)

casts: Kim Jonghyun, Park Eunrim, Park Chaerin, Choi Minho, Lee Jinki aka Onew, Lee Taemin, Kim Kibum aka Key, Shin Sunyoung

disclaimer: the plot of this story is mine. the SHINee members belong to themselves, the OCs are mine~!

———————————————————

say no to plagiarism!

please leave comment after read!

 ———————————————————

My Dream Girl Is You

by weaweo

Kembali lagi di acara kita- XTV, Idol’s Secret! Kalau tadi kita sudah menanyai bintang tamu kita hari ini- SHINee dengan berbagai pertanyaan umum tentang kehidupan mereka, sekarang marilah kita masuki kehidupan rahasia mereka yang sangat menarik! Apalagi kalau bukan kehidupan cinta mereka! Baiklah, ah.. Apakah kalian semua sudah memiliki yeojachingu?”

Hahaha, tentu saja belum. Kami belum mempunyai karena kami masih ingin mencari yang paling tepat-!”

Masa? Kalian pasti sudah punya masing-masing bukan? Banyak yang melihat kalian di berbagai tempat dengan yeoja! Baru-baru ini ada kabar bahwa Taemin datang pada sebuah pernikahan dan membatalkan pernikahan itu!”

Kabar itu memang benar- namun pernikahan itu dibatalkan bukan karena aku, tetapi karena halmeoni sang mempelai meninggal dunia.”

Lalu foto-foto yang memperlihatkan Key terlihat di sebuah jalan di kota, berlari dari kepungan fans dengan seorang yeoja yang menutupi mukanya menggunakan tisu?”

Ah, itu salah satu dari stylist-noona kami, aku saat itu menyuruhnya menemaniku makan.”

Lalu kabar tentang seseorang yang melihat Minho mencium seorang yeoja di malam hari, di depan sebuah bioskop?”

Aku tidak mungkin keluar. Manajer-hyung menerapkan peraturan yang ketat, kami tidak boleh pergi keluar pada malam hari kecuali ada jadwal show.”

Bagaimana dengan foto Onew memeluk seorang yeoja di LAX Airport, USA, satu tahun yang lalu?”

Itu saudara sepupuku- pantas bukan kalau aku memeluk saudaraku sendiri?”

Ah, jadi semua itu salah paham? Sudah jelas sekarang- mari kita masuki session kedua! Yeoja idaman! Dimulai dari Jonghyun-ssi, bagaimanakah tipe yeojachingu yang kau mau?”

Ah- aku suka yeoja yang tidak manja. Itu saja cukup.”

Untuk isteri, apakah kau akan memilih yang keibuan? Apakah kau suka yang feminin?”

Ne, tentu saja. Aku suka yeoja yang merawat tubuhnya dengan baik. Anggun, lemah gemulai, dan cantik. Dia juga harus berpenampilan menarik! Dan dia juga harus tinggi! Aku ingin memperbaiki keturunan! Hahahaha-”

***

Sudah satu minggu yeojachinguku tersayang tidak menghubungiku. Kemana dia? Apa dia tidak kangen kepadaku? Huh, dasar Eunrim pabbo! Apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu?

Kuraih teleponku dan kutekan nomor 3 beberapa detik. Speed dial nomor 3 memang kutujukan untuk Eunrim, karena dia orang penting nomor tiga di hatiku. Orang pertama adalah ummaku, yang kedua adalah noonaku tersayang.

Tuut.. Tuut.. Lama sekali dia! Sedang apa sih? Apa kau tidak tahu aku merindukanmu, yeoja tomboy-?!

“Yoboseyo-?” suara lembut menyapu telingaku.

Aku mengerutkan dahi, “Lho? Chaerinnie? Kenapa kau yang pegang ponsel Eunrim?”

“Ponsel Eunrim ketinggalan, oppa. Sedari pagi dia sudah pergi dengan teman sekampusnya.”

Dahiku mengernyit heran, “Dari pagi? Ini kan hari Minggu, Chaerin? Oh- dia sudah bangun pagi?”

“Ne! Jam tujuh dia berangkat bersama temannya, Sunyoung.”

Tumben sekali yeojachinguku itu! Biasanya minimal pukul sebelas pagi dia baru bangun, sekarang jam tujuh dia sudah pergi? Ada apa ya? “Kemana dia pergi?”

“Molla. Tetapi tadi kudengar, Sunyoung mengatakan salon, salon begitu, oppa. Mungkinkah mereka berdua pergi ke salon?”

Aku tertawa keras mendengar Chaerin mengatakan hal-hal itu. “Tidak mungkin, Chaerinnie. Seorang yeoja tomboy dan keras kepala seperti Eunrim tidak mungkin pergi ke salon. Kalaupun iya, pasti sudah menjelang kiamat!”

Chaerin ikut tertawa, “Hahaha, kau benar! Mustahil dia ke salon- untuk potong rambut saja dia tidak mau! Kenapa aku memikirkan hal aneh seperti itu? Kekekeke-”

“Hahaha- dasar kau. Hmm, kalau dia sudah pulang nanti katakan aku menelepon! Sudah dulu ya, bye!”

Bye oppa-!”

Hahaha. Ada-ada saja. Sangat tidak mungkin dia tahan berjam-jam di salon! Menungguku dandan saat menjelang tampil di show saja dia mengomel- mirip seperti ayam betina yang hendak bertelur!

***

Akh- sial. Sedari tadi, aku tidak bisa berkonsentrasi pada latihan. Alhasil aku dimarahi terus oleh koreografer-noona. Ada apa denganku? Apakah ada sesuatu yang terjadi pada orang terdekatku? Jangan-jangan Eunrim kenapa-napa? Aigoo- kenapa aku jadi khawatir begini?

Sudahlah, daripada aku hanya bertanya-tanya dan menggerutu sendiri, lebih baik kutelepon saja dia. Mungkin dia sudah pulang. Kutekan tombol nomor tiga yang langsung menghubungkanku dengannya.

“Yoboseyoooo-?” suara seorang yeoja serak-serak basah menyahut teleponku. Jelas ini bukan suara Eunrim. Siapa dia?

Sudahlah- kutanyakan saja, “Yoboseyo. Ini siapa? Eunrim mana?”

“Eunrim-? Dia sedang sibuk. Kau siapa?” terdengar suara aneh dari seberang sana. Sepertinya dia sedang melakukan sesuatu dengan ponsel Eunrim dan tiba-tiba ia berteriak, “AIGOOO-! Eunrim! Kau tidak bilang kau kenal Jonghyun SHINee!”

Aku menjauhkan ponsel dari telingaku. Ck, pasti dia sudah melihat nama penelepon di layar ponsel Eunrim. Si bego itu memakai nama asliku, mana di depannya ia taruh tulisan SHINee lagi. Minta dikejar-kejar Shawol mungkin dia.

“Yoboseyo-? Jonghyun-ssi!!” suara itu menyahut lagi setelah ribut di belakang selama satu menit. “Aku teman kampus Eunrim, Shin Sunyoung imnida.”

“Oh, Sunyoung-ssi. Bisa kau berikan teleponnya kepada Eunrim? Aku ingin bicara,” cetusku perlahan.

“Mianhae, Jonghyun-oppa. Dia sedang mencoba baju- mungkin nanti. Ada yang ingin kutanyakan padamu! Apakah Onew-oppa sudah punya yeojachingu? Aku hanya ingin tahu karena aku fansnya!”

“Ah, mianhae. Kau tanyakan saja sendiri pada Onew! Bilang pada Eunrim aku akan datang ke rumahnya nanti malam pukul delapan. Sudah ya!” Langsung kuputuskan panggilan itu sambil bergidik ngeri.

Yeoja cerewet dan ingin tahu urusan orang! Dari nada suaranya saja aku langsung tahu dia sangat genit! Aku heran kenapa Eunrim bisa punya teman seperti dia! Bersaudara dengan Chaerin, yang penurut dan agak pemalu saja dia banyak bertengkar, apalagi dengan yeoja cerewet seperti Sunyoung tadi!

Eits! Chamkanman! Tadi dia bilang Eunrim sedang memilih baju? Hahaha- mustahil! Dia sama sekali tidak peduli dengan penampilannya, walaupun bagaimanapun dia kelihatan! Hahaha. Sunyoung cerewet tadi pasti hanya bercanda!

***

From: Park Chaerin
Oppa~! Cepatlah kau ke rumah, Eunrim bertransformasi! Menyebalkan sekali!!!!! >_<

Cukup satu pesan singkat saja sudah membuatku penasaran sampai ubun-ubun, sehingga aku pergi ke rumah si Kembar dengan terburu-buru. Padahal aku masih belum menyelesaikan makan malamku dengan member SHINee yang lain (selamat tinggal bulgogiku). Apa sih yang membuat Chaerin sampai bilang kalau itu menyebalkan?

Dan sekarang- saat aku sampai di rumah Eunrim, aku benar-benar ingin berteriak ‘WOW!’. Aku yakin kalau kau bersamaku sekarang- kau juga akan mengatakan ‘WOW’. Karena yang tampak di depanku- yeojachingu Kim Jonghyun- sekarang bukanlah Park Eunrim yang biasanya.

Dress selutut berwarna biru tua, kalung berbentuk kucing, belt di pinggangnya mengikat ketat. Tangannya membawa clutch berwarna merah senada dengan belt yang dipakainya. Dia memakai pita rambut lucu untuk mengangkat rambutnya yang biasanya hanya tergerai asal.

Saat kuarahkan mataku ke wajahnya- aku terperanjat melihat ia memakai lipstik berwarna peach dan blush on tipis. Eyeliner mempertegas matanya dan maskara membuat bulu matanya terlihat sangat bervolume. Alisnya dikerok rapi, membuat wajahnya jadi terlihat agak beda.

Dan kau tahu? Dia memakai HIGH HEELS! Unbelievable! Aku sama sekali tidak percaya yeoja sneakers ini bisa berjalan dengan hak tinggi di sepatunya. Berani taruhan, lima langkah meninggalkan rumahnya nanti dia pasti akan jatuh terjembab!

“Jonghyun-ssi,” aigoo- bahkan sapaannya sekarang pun sangat lembut. Tidak seperti biasanya, memanggilku galak tanpa embel-embel yang menunjukkan kesopanan. Yah- dia memang kurang ajar.

“Omoo- kau.. kau tampak berbeda, Eunrim,” ujarku pelan.

“Jinjja? Kau senang?”

“Ne. Kau.. cantik,” ujarku tanpa sadar. Sesuatu yang tak pernah aku katakan kepada Eunrim-ku yang dulu karena dia tidak suka dipanggil cantik.

“Hahaha- gomawo, Jonghyun-ssi. Kajja, kita berangkat?” Eunrim menjejeriku dan menaruh tangan kanannya di lengan kiriku. Sesuatu yang tidak pernah kami lakukan.

“Oh. Kajja,” aku menggandengnya. Kami berdua berjalan bersisihan menuju mobilku yang terparkir di depan rumahnya.

“Kau tidak memakai penyamaranmu, yeobo-?”

MWOO?! Dia memanggilku YEOBO? Sesuatu yang tidak pernah dilakukannya jadi terasa aneh ketika dilakukan sekarang. Lagipula aku juga tidak pernah memanggilnya ‘jagiya’, karena dia, dulunya, memang tidak suka dipanggil jagiya. Aish, jangan-jangan sekarang dia mau? Biar kucoba.

“Jonghyun-ssi? Gwenchanayo?”

“Gwenchana. Nanti biar kupakai di mobil saja.. jagiya.”

Eunrim menatapku sejenak- kurasa dia agak.. terkejut mungkin? Namun sedetik kemudian dia tersenyum manis dan menggangguk, “Geurae.”

Benar kan, sekarang dia mau dipanggil jagiya. Yeoja aneh. Kenapa setelah penampilannya berubah begini, dia pun merubah kepribadiannya juga?

Sesampainya di depan mobil- kubukakan pintu mobilku untuknya. Sesuatu yang jarang kulakukan dengan yeojachinguku ini. Kukendarai mobil sedanku melalu jalan-jalan di pusat kota Seoul. Hari ini adalah hari Minggu, banyak orang yang mencari hiburan sehingga jalanan menjadi agak padat. Namun keindahan kota tempat aku dibesarkan ini tidak berkurang. Aku selalu suka jalanannya yang dipadati orang. Aku selalu suka suasana sibuk yang selalu ditampilkannya. Di malam hari, kerlip lampu yang memenuhi kota ini, membuat perasaanku menjadi romantis.

Sudah satu jam kami mengitari kota Seoul tanpa tujuan. Aku memang sengaja tidak memberhentikan mobilku, karena aku menunggu yeojachinguku ini. Biasanya dia akan minta berhenti di tempat makan- tumben sekarang belum. Aish, padahal aku sudah lapar.

Akhirnya kuberhentikan mobilku di sebuah resto Italia. Eunrim menoleh kepadaku heran. Aku memakai perlengkapan menyamarku (hanya sebuah kumis ala orang Meksiko dan kacamata tebal), dan membukakan pintu untuknya.

“Aku lapar- masa kau tidak lapar, nona muda?” tanyaku sambil mengedipkan mata sebelah kiriku. Eunrim hanya tertawa renyah.

Kami duduk di meja yang ada di luar restoran tersebut. Saat memesan makanan, Eunrim hanya memesan sedikit makanan. Sesuatu yang jarang kami lakukan- aku dan Eunrim suka makan, makanya kami sering memesan banyak makanan walaupun pada akhirnya tidak habis kami makan.

Kuperhatikan tindak-tanduknya saat pesanan kami datang. Aish- mulutnya memakan spagetti perlahan, sangat hati-hati dan sangat pelan. Sekali-sekali dia mengelap mulutnya dan hanya berlumuran saos sedikit dengan tisu yang dia bawa. Chamkanman! Sejak kapan dia membawa tisu?!

Sudahlah, biarkan saja. Kuhentikan aktivitas memperhatikan Eunrim dan meneruskan makanku. Saat aku sedang asyik menikmati fusili-ku, tidak sengaja kujatuhkan serbetku. Kurendahkan tubuhku dan melongok ke bawah meja untuk mengambilnya. Lalu mataku menangkap sesuatu. AIGOOOO-!

Yeojachinguku tersayang- kau sudah memakai rok dan berlagak seperti layaknya seorang putri raja, namun kenapa kau tetap duduk dengan kaki terbuka seperti itu?! Bahkan aku bisa melihat celana dalammu yang berwarna biru laut! Woah, ternyata kau seksi juga..

AISH! KIM JONGHYUN- berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak! Mesum sekali aku! Dia itu yeoja yang harus kau jaga! Pabbo-!

Kudongakkan tubuhku kembali ke atas dan menatap Eunrim ragu. Aku harus memberitahunya agar menjaga sikap duduknya namun, bagaimana cara agar dia tidak malu kepadaku?

“Jonghyun-ah? Waeyo? Kau menatapku seperti itu? Gwenchanayo?”

Aku tersenyum kecil mendengar pertanyaan beruntun Eunrim. Sebaiknya tidak usah kuberitahu dulu. “Gwenchana. Teruskanlah makanmu, Eunrim.”

Eunrim tersenyum dan meneruskan makannya. Aku baru saja ingin memakan makananku kembali, namun kulihat dua orang yeoja menatap kami berdua dari belakang punggung Eunrim. Jarak mereka cukup jauh, walaupun begitu aku langsung tahu kalau mereka berbisik-bisik tentang kami. Mata salah satu yeoja memperhatikan Eunrim. Aish- dia melihat cara duduk Eunrim.

“Eunrim- kita pergi yuk? Makanan di sini tidak enak.”

Eunrim terkesiap, “Tidak enak? Enak kok, Jonghyun-ssi? Kau kenapa sih?”

“Perutku tiba-tiba sakit,” kataku berbohong. Yah- anggap saja aku berbohong demi kebaikan.

Eunrim terlihat tidak rela, namun dia mengangguk, “Geurae. Ayo kita pulang.”

Aku meninggalkan uang cash dan beberapa uang kecil untuk tip si pelayan- dan bergegas meninggalkan restoran itu. Aku tidak mau Eunrim tahu kalau ada dua orang yeoja yang membicarakannya. Sebenarnya ini sesuatu yang langka, biasanya Eunrim tidak mau pergi kalau makanan yang dia makan belum habis.

“Jonghyun-ah,” cetusnya setelah beberapa saat kami hanya terdiam di dalam mobil yang kukemudikan.

Aku menoleh. Yeojachinguku memandangku penuh emosi, kurasa. “Ne?”

“Kau tidak suka penampilanku ya?”

“Suka, suka kok Eunrim,” sahutku buru-buru. Aku tidak mau dia salah paham.

“Aku tahu lho, Jonghyun-ah. Sedari tadi kau memandangiku dengan tatapan aneh,” Eunrim masih menatapku penuh emosi. Tatapan ini sangat kukenali, biasanya dia keluarkan kalau ingin menginterograsiku.

“Aigoo- itu hanya perasaanmu, Eunrim. Aku.. aku terpesona kok,” ujarku memperjelas.

“Jinjja?” Eunrim menyilangkan tangannya di depan dada.

Mungkin aku memang harus sedikit jujur kepadanya, aku tidak mau dia berubah begitu drastis. “Hanya saja, ini bukanlah dirimu Eunrim.”

“Bukan aku? Aku berubah karena aku mencintaimu!” Eunrim membentakku dengan nada tinggi.

Aku menoleh kaget sambil tetap fokus menyetir, “Apa maksudmu?”

“Kau bilang sendiri kalau kau suka yeoja yang feminin!” Eunrim membanting dirinya kembali di kursi mobil. Tangannya masih dilipat di dada. “Kau bilang kau suka yeoja yang berpenampilan menarik!”

“Mwo? Kapan aku bilang?”

“XTV, Idol’s Secret, hari Rabu kemarin! Kau bilang, ‘Aku suka yeoja yang merawat tubuhnya dengan baik. Anggun, lemah gemulai, dan cantik. Dia juga harus berpenampilan menarik! Dan dia juga harus tinggi! Aku ingin memperbaiki keturunan! Hahaha!’” Aigo, dia menirukan suaraku dengan sangat baik.

Hey, Idol’s Secret? Acara televisi itu? “Aku kan cuma mengatakan apa yang ada di pikiranku, Eunrim.”

“NE! Dan semua yang ada di pikiranmu adalah yeoja yang feminin, lemah gemulai, cantik, tinggi, langsing! Aku memang tidak tinggi- makanya aku belajar menggunakan sepatu hak tinggi ini! Lalu cantik, langsing, aku bisa mengusahakannya. Dan tentang feminin- aku tidak cukup feminin dan akhirnya aku melakukan perubahan pada kepribadianku! Seharusnya kau suka aku sekarang!”

“Mwo-? Jadi kau merubah dirimu hanya karena apa yang kukatakan di acara itu? Aku suka kau yang apa adanya! Semua yang kukatakan di acara itu hanyalah sandiwara!” sergahku keras. Kebetulan lampu lalu lintas sedang merah- jadi kuhentikan laju mobilku.

“Mworago? Kalau kau suka aku apa adanya, kenapa yeoja idaman yang selalu kau katakan adalah Lee Minjung dan Shin Sekyung! Mereka berdua sama-sama cantik dan anggun, tidak seperti Park Eunrim yang urakan dan tidak tahu tata krama!” bentak Eunrim keras.

Kulihat sorot mata kemarahan darinya. Eunrimku kembali. “Aku mencintaimu Park Eunrim!”

“Sejak dulu kau menyukai yeoja yang feminin, terlihat lemah, dengan bibir kemerah-merahan, Kim Jonghyun! Bukan yeoja tomboy dan keras kepala. Kata-katamu sekarang tidak akan mengubah presepsi orang tentang yeoja idamanmu!” Eunrim membuka pintu mobil dan berlari menjauh.

Aku memperhatikannya dengan sorot mata terpana. Yeoja itu berlari menyeberangi jalan dan ketika sampai di tengah zebra cross, dia terjatuh. Roknya agak tersingkap. Pasti gara-gara high heelsnya yang mengganggu itu. Walaupun begitu, ia cepat berdiri lalu pergi menembus kerumunan.

Aish- Kim Jonghyun! Apa yang kau lakukan? Ini buah dari perkataanmu yang tak pernah kau pikirkan terlebih dahulu! Pabbo-! Apa yang harus kulakukan?

Ah, ini juga salah yeoja itu! Seharusnya dia tahu ini resiko mempunyai namjachingu seorang selebriti! Kau harus menutup telinga tentang apa yang dia katakan dan orang katakan tentang dia! Apakah kau tidak pernah menduga kenapa aku harus menutupi hubungan kita- Eunrim?

Karena aku mencintaimu.

***

“Yoboseyo-?”

“Jonghyun-oppa! Apa yang kau lakukan pada Eunrim?!”

“Chaerinnie- ini semua hanya salah paham!”

“Kau tahu aku sangat khawatir kepadanya-! Pulang-pulang dia tidak memakai sepatu dan rambutnya sangat berantakan! Matanya merah, oppa! Appa sampai marah padanya karena tidak mau menjawab pertanyaan kami!”

“Chaerin-! Dia salah paham kepadaku! Kau tahu apabila aku ditanyai tentang yeoja idaman aku selalu menjawab Lee Minjung? Nah- dia marah kepadaku karena itu!”

“Akh! Aku tidak mau tahu! Pokoknya kau harus segera memperbaiki hubunganmu dengannya! Kalau tidak aku.. aku akan memutuskan hubunganku dengan Minho! Ara?”

TUUT.. TUUT..

Ish, Chaerin pabbo. Kau mau menyertakan Minho dalam masalahku dan yeoja pemarah itu? Gawat- si Flaming Charisma itu bisa marah kepadaku kalau sampai-sampai dia putus dengan Chaerin, karena aku dan Eunrim.

***

BRAKKK! “Jonghyun-hyung! Kau apakan Chaerin?!”

Aku mendongak dan mendapati Minho menatapku berang. Here we go. “Aku tidak berbuat apapun kepadanya. Semuanya hanya salah paham, Minho.”

“Segeralah kau berbaikan dengan Eunrim! Chaerin mengomeliku tadi! Kau tahu kalau dia sudah mengomel cerewetnya seperti ibu-ibu!”

Aku meringis, “Ne! Bersabarlah. Rencananya sore ini aku akan ke universitasnya Eunrim. Dia ada kuliah.”

“Mwo? Sore-sore begini?” Taemin yang baru masuk tiba-tiba bertanya dengan nada geli.

“Ne. Tampaknya dia benar-benar ingin menghindariku. Aku tidak bisa ke rumahnya karena Chaerin dan appanya berpihak padanya. Dia juga mengganti semua jadwal kuliahnya.”

“Dari mana kau tahu, hyung? Chaerin kan juga sedang marah padamu?” tanya Minho perlahan.

“Key-ssi. Key diberitahu Hyura yang menanyakan lewat Twitter kepada Chaerin yang tahu segalanya tentang kakak kembarnya itu. Kalian mau menemaniku nanti?”

“Ne!”

***

Pencarian kami ke kampus Eunrim sia-sia. Eunrim sama sekali tidak ada di manapun kami mencari. Sebagian teman-teman Eunrim memberitahu kami bahwa Eunrim sudah pulang sejak tadi. Aish, menyebalkan sekali. Apakah dia sengaja sembunyi seperti ini? Namun bagaimana dia tahu bahwa kami akan ke kampusnya sore ini? Hyura tidak mungkin membocorkan rencana kami, aku sudah mengancamnya kemarin, walaupun lewat Kibum.

“OMOOOO~!”

Aku menoleh ke belakang dan mendapati seorang yeoja berambut panjang dikuncir dua menatapku dan dua orang temanku. Tatapannya kagum. Dia menepuk tangannya dan meringis senang.

“Siapa, hyung? Kau kenal?” tanya Taemin perlahan. Dari nadanya dia sepertinya agak takut. Yah, tatapan si yeoja itu memang mengerikan. Kau bayangkan saja seperti macan betina melihat pejantan!

“Oppa~!” seru si yeoja lantang sembari mendekati kami. Minho dan Taemin langsung merapat di sisi kanan dan kiriku. Siapa yeoja ini? Apakah dia fans? Aniyo. Mustahil dia bisa mengenali kami. Kami sudah memakai penyamaran tingkat tinggi sekarang! Teman-teman Eunrim saja tidak ada yang mengenali!

“Siapa ya?” tanyaku saat dia sudah ada di jarak setengah meter dari kami.

Yeoja itu langsung cemberut, “Aigoo-! Kau tidak mengenaliku? Setidaknya kau mengenali suaraku kan, oppa?”

Keningku berkerut, “Aniyo, aku benar-benar tidak tahu siapa kau.”

“Ckckckck- kita kan pernah berbicara lewat telepon?” yeoja itu menatapku kesal.

“Siapa? Banyak yeoja yang meneleponku,” sahutku pasrah. Aku benar-benar tidak mengenalinya karena aku yakin aku belum pernah bertemu dengan yeoja ini.

Yeoja itu menghembuskan nafas keras, “Aish, sudahlah lupakan! Aku Shin Sunyoung, sahabat Eunrim!”

Sunyoung.. oh- yeoja cerewet itu! “OOUUH! Kau Sunyoung-ssi!”

“Akhirnya kau mengingatku?” cibir Sunyoung sambil melihatku kesal. “Aku sudah mengenalimu sejak melihatmu pertama kali di sini namun kau tidak mengenaliku?”

“Ah, mianhae Sunyoung-ssi. Kau lihat Eunrim? Aku ada keperluan..”

“Mianhae, oppa,” Sunyoung memotong pembicaraanku. “Eunrim tidak membolehkanku untuk memberikan informasinya kepadamu!”

“Waeyo-? Ah, Sunyoung-ssi, kumohon!”

“Geurae, namun kenalkan aku kepada teman-temanmu ini!” Sunyoung mengedipkan sebelah matanya genit. “Anyyeong- Shin Sunyoung imnida. Choi Minho-ssi, pacaran denganku yuk?”

Minho menatap yeoja itu jijik namun ia segera menggantinya dengan ekspresi tertawa. “Hahaha. Mianhae, Sunyoung-ssi. Aku tidak bisa, hehehe.”

“Waeyo-? Akh, Lee Taemin-ssi, pacaran denganku ya? Aku kan sebaya denganmu!” Sunyoung mengalihkan tetapan genitnya kepada Taemin.

Taemin langsung melangkahkan kakinya mundur selangkah dan tertawa kikuk. “Hehehe- andwae!”

“Waeyo-? Apa kalian sudah punya yeojachingu semua? Ish, selebritis seperti itu ya! Ternyata selama ini kalian sudah punya pacar sendiri-sendiri!”

“Bukan begitu-!” seru kami bertiga bersamaan. Tampaknya kami berpikiran sama kepada yeoja genit ini.

“Sudahlah, Sunyoung-ssi! Pertemukan Jonghyun-hyung dengan Eunrim! Bisa kan?” desak Minho. Kurasa agar dia cepat-cepat terbebas dari yeoja aneh ini.

“Geurae, tapi bawa Onew-oppa dulu ke sini!” kata Sunyoung kesal. “Besok bawalah Onew-ssi dan kalian akan kutunjukan tempat Eunrim bersembunyi!”

***

“Kenapa harus aku? Uh uh..” Onew-hyung mengeluh lagi. Aigoo- sudah sebelas kali aku mendengarnya.

“Sudahlah, hyung. Relakan saja, karena tampaknya dia fansmu. Kau anggap saja menemani fans berat jalan-jalan,” kata Taemin menenangkan leader kami yang satu ini.

Onew mengerucutkan bibirnya eksotis, “Dari perkataan kalian kemarin- aku merasakan hal yang tidak beres kepada yeoja itu!”

“Mwo?” ujarku, Minho, dan Taemin bersamaan. Padahal kami sudah sebisa mungkin tidak menyebutkan bahwa yeoja itu genit dan menyebalkan, saat bercerita kepadanya.

“Saat kalian membicarakannya, kalian tidak bilang bagaimana sifat yeoja itu. Itu yang membuatku merasakan keanehan. Lagipula aku kan sudah punya Michiyo-!”

“Sudahlah, hyung. Michiyo-chan tidak akan tahu- dia kan sedang di Osaka. Kajja, kita ke tempat yeoja itu,” Minho menarik tangan Onew, mengajaknya berjalan. Kami mengikuti mereka berdua. Selasa pagi dan kami berdandan seperti mahasiswa kampus ini- semua anggota SHINee memakai kacamata sekarang, membuat penampilan kami sangat berbeda. Aku yakin tidak akan ada yang mengenali.

“Ingat, hyung. Nama yeoja itu Sunyoung. Dia sahabat Eunrim, berbaik-baiklah kepadanya agar dia membantu kita,” cetusku perlahan.

“Ne, ne, ne! Kau sudah mengatakannya sepuluh kali!”

“Itukah yeoja yang kalian maksudkan?” tiba-tiba Kibum menunjuk suatu arah dengan dagunya. Yang dia tunjuk adalah seorang yeoja berambut keriting kecil-kecil, berdiri jauh di depan kami, melambaikan tangannya dengan antusias kepada kami berlima. Aku menahan tawa melihat rambutnya.

“Ah ya- itu dia. Dari mana kau tahu, Key?” tanya Minho saat yeoja itu mulai berjalan menghampiri kami.

“Aniyo. Hanya kurasa itu dia,” Key menahan tawanya. “Rambutnya bagus, hahaha-”

“Anyyeong, oppa~! Ternyata kau benar-benar membawa Onew-oppa kemari? Kukira kau hanya bercanda!” seru Sunyoung sambil memainkan rambutnya, saat ia sudah berjarak 2 meter dari kami. Kulihat Minho dan Taemin mundur selangkah ketika ia datang, dasar!

“Ne! Sekarang- di mana Eunrim?” tanyaku cepat.

Sunyoung tersenyum simpul, “Dia ada di kantin. Palli, dia belum tahu kalau kalian di sini. Teman-teman kami sudah kuungsikan semua ke kantin jadi tidak ada yang tahu. Kalian tahu kenapa kalian tidak menemukannya kemarin?” Sunyoung mulai berjalan. Kami berlima mengikutinya langkahnya.

“Waeyo?” tanyaku.

“Karena semua yang kalian tanyai kemarin adalah teman sekampus kami- mereka sudah diberitahu Eunrim untuk tidak memberitahukan keberadaannya kepada siapapun. Kemarin dia sembunyi di perpustakaan!”

Aigoo- pantas saja aku tidak menemukannya kemarin! Ternyata dia sembunyi di sana? Padahal setahuku Eunrim sangat pantang masuk ke perpustakaan! Dia tidak suka buku dan alergi terhadap buku. Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana cara dia belajar selama ini.

“Kita sampai. Kajja, sembunyi di belakang sini dulu,” Sunyoung menarik kami satu-persatu bersembunyi di belakang tanaman semak yang sangat lebat. Dari sini aku bisa melihat Eunrim- dia sedang duduk di atas meja, bersenda gurau dengan teman-temannya yang ternyata.. banyak sekali! Namja dan yeoja tertawa bersamanya, bahkan kulihat eomonim penghuni kantin juga ikut tertawa bersama mereka.

“Eunrim populer di kampusku, oppa. Banyak namja yang naksir padanya, tapi sayang mereka tidak berani menyatakan karena takut dijotos!” ceplos Sunyoung sembari menepuk punggungku. “Jadi sampai sekarang dia masih sendiri. FIGHTING! Semoga kau diterima Eunrim!”

“Apa maksudmu?” tanya aku dan keempat temanku bersamaan.

Sunyoung menatapku bingung, “Kau akan menyatakan cinta untukknya bukan? Sedari kemarin kalian marahan dan kau akan minta maaf dan hari ini akan menyatakan perasaanmu kepadanya?”

Aku tertawa. Jadi dia masih tidak tahu hubunganku dengan Eunrim? Aigoo- biarlah saja.

“Kajja hyung- dekati Eunrim dan ajak dia berbicara empat mata denganmu!” goda Key sambil menahan tawa. Aish Key, lebih baik yeoja ini tidak tahu bukan?!

“Ne, kami akan menunggumu di sini. Hwaiting!” Onew menepuk bahuku memberi semangat.

“Aigoo- kata siapa kau akan menunggunya di sini, Onew-oppa?” Sunyoung menggamit tangan Onew dengan penuh ekspresi. “Kau di sini untukku. Kajja, kita tinggalkan mereka dan berjalan-jalan mengitari kampus ini, berdua saja!” Sunyoung menyeret Onew dengan paksa. Onew menarik Taemin, yang berdiri paling dekat dengannya, supaya ia dapat melepaskan diri dari tarikan Sunyoung. Taemin meronta-ronta, berusaha melepaskan tangan Onew dari lengannya.

Sunyoung yang menang. Onew terpaksa ikut dengan raut wajah ketakutan- Taemin juga. Gara-gara Onew pun dia terpaksa ikut bersamanya. Maafkan aku teman-teman.

“Aku akan mengikuti mereka- hanya sedikit khawatir dengan mereka,” Key berjalan perlahan mengikuti Taemin, Onew, dan Sunyoung, meninggalkanku dan Minho.

“Cepatlah, hyung. Aku akan memperhatikanmu dari sini! Sana cepat!” Minho menodorongku maju. Akhirnya aku berjalan mendekati meja yang diduduki Eunrim. Dia masih belum sadar sedari tadi aku memperhatikannya dari balik semak.

“Eunrim-ah?” sapaku perlahan. Eunrim menoleh dan menatapku kaget.

“Kau?” cetusnya dengan nada kesal. Beberapa teman Eunrim menoleh dan memperhatikan kami waspada. Ada namja di antara mereka dan sialnya, otot mereka terlihat lebih besar daripada punyaku.

“Bolehkah aku bicara berdua denganmu?”

“Buat apa? Membuang-buang waktu saja,” Eunrim membuang muka. “Toh tidak akan merubah yeoja idamanmu,” gumamnya pelan.

“Aigoo- Eunrim, aku hanya ingin menyelesaikan masalah di antara kita. Apa kau tidak kasihan kepada hubungan Chaerin dan..” aku tidak boleh menyebut nama Minho, banyak orang yang mencuri dengar pembicaraan kami. “..namjachingunya? Mereka jadi marahan gara-gara kita!”

Eunrim terlihat sedang berpikir. Beberapa teman yeojanya menatap kami berdua bergantian.

“Gwenchanayo, Eunrim-ah?” tanya salah satu di antara mereka. Seorang namja yang berotot berdiri dari tempat duduknya.

“Gwenchana,” jawab Eunrim pendek. Namja yang berotot tadi mendekati Eunrim dan aku.

“Eunrim-ssi, namja ini yang mencarimu kemarin bukan? Biarkan aku yang memukulnya dan dia tidak akan mengejar-ngejarmu lagi!”

GLEK. Sebenarnya aku berani melawan namja ini. Tapi kalau aku menang, bisa dipastikan belasan namja lain yang ada di sini akan mengeroyokku juga.

“Aniyo, Byungsoo-ssi. Gwenchana, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Kajja, Jong-ah. Kita membicarakannya sambil jalan!” Eunrim melompat turun dari meja dan menarik tanganku. Aku terseok-seok mengikuti langkahnya sampai pada sebuah ruangan yang tidak berpenghuni. Kami masuk dan dia menutup pintunya perlahan.

“Kau bisa membuka kumis dan kacamatamu. Tidak akan ada orang yang melihat atau mendengar. Ruangan ini kedap suara,” cetusnya sambil mendudukkan tubuhnya pada sebuah meja.

Kubuka penyamaranku dan menatap Eunrim dalam-dalam, “Eunrim- kumohon hentikan ini semua.”

“Aku memang berencana menghentikannya. Aku sudah capek dan ingin berhenti saja. Aku ingin berhenti jadi yeojachingumu.”

“MWO-? Kau gila?! Aku masih begitu menyukaimu, Eunrim!”

“Tapi kau menyukai Shin Sekyung dan Lee Minjung!” wajah Eunrim mengeras. Tangannya mengepal.

Aku maju dan meraih tangannya, membawanya ke dadaku, “Eunrim, walaupun mulutku berbicara begitu, namun tidak ada yang tahu apa isi hatiku. Buatku, kau adalah segalanya. Tidak peduli bagaimana kepribadianmu. Jangan pedulikan kata orang tentangku.”

“Aku masih ingat acara televisi itu dan bukan orang lain yang mengatakannya, namun kau sendiri!” sergah Eunrim sembari menarik tangannya. Lalu dia turun dari meja, menatapku galak.

“Itu untuk konsumsi publik, Eunrim. Masa kau mempercayai aku yang di televisi daripada aku yang ada di hadapanmu sekarang?” cetusku tak percaya. Aku melebarkan tangan, berusaha merengkuhnya.

“Ne! Aku percaya yang kau katakan di televisi-! Puas?” Eunrim mendorong tubuhku kemudian berjalan maju, hendak meninggalkanku. Kutarik tangannya agak kasar dan dia oleng ke pelukanku. Kami berdua jatuh bertindihan, kepala Eunrim di atas dada bidangku.

Tuhan, jantungku berdegup sangat keras- mungkinkah yeoja ini mendengarnya? Secara kepalanya ada di atas dadaku.

Eunrim menggeliat dan menarik tubuhnya dariku, berniat untuk menegakkan tubuhnya kembali. Andwae- aku tidak akan membiarkannya pergi dan memutuskan hubungan kami secara sepihak. Kutarik tangannya, tubuhnya jatuh lagi ke pelukanku.

Dia mendongakkan kepalanya, menatapku galak dengan kedua manik matanya yang cemerlang. “Kau mau apa? Jangan harap aku akan meleleh, kau tahu?!”

Yeojaku ini walaupun tomboy namun suka sekali menonton serial drama yang ada di televisi. Jadi aku maklum kalau kadang dia suka mengkhayalkan macam-macam, berfantasi tentang adegan romantis yang ada di dalam drama. Aish, sebaiknya aku lakukan saja supaya dia meleleh.

“Andwae, Eunrim. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Aku mencintaimu!” seruku keras, sebenarnya aku agak malu mengatakan ini. Aku tak peduli- toh ruangan ini kedap suara, kata Eunrim tadi.

“Tapi aku bukan yeoja idamanmu! Lepaskan aku, Kim Jonghyun!” sentaknya kesal.

Kusentuh pipinya yang agak chubby dan kutarik kepalaku ke atas, mendekati kepalanya. Kusentuh bibirnya dengan bibirku. Kulumat perlahan dengan hati-hati. Dia menggeliat, mengerang, lalu..

“HEGGHH..” aku tiba-tiba tidak bisa bernafas. Eunrim mencekikku penuh dendam. Kulepaskan cengkramanku dari lengan Eunrim dan memegang leherku. Kemudian dia melepas cekikannya. Dadaku langsung kembang-kempis mencari oksigen.

“Jangan sentuh aku! Kau casanova! Mesum! Menyebalkan! Kenapa aku harus mencintaimu!” ujarnya kesal sembari mengangkat tubuhnya dari atas tubuhku. Dia terduduk sambil cemberut di sampingku.

“Eunrim,” aku terduduk di sebelahnya, kurangkul tubuhnya. “Jebal- jangan marah seperti itu. Aku-”

JEGLEK. Pintu terbuka, seorang abeoji berdiri di luar, tangannya memegang handle pintu. Wajahnya merah padam.

“AIGOO-! Sudah kubilang, jangan berbuat mesum di sini kalian, pasangan nakal!” dia menyeruak masuk.

Aku dan Eunrim tergeragap bangun. Sedetik kemudian kami berdua berlari kabur dari teriakan si abeoji dan berpisah di tikungan. Aku baru sadar- saat berlari tadi- aku menggenggam tangannya yang hangat. Ah, aku merindukan tangannya.

***

To: Eunrim yeoja pabbo
Eunrim- jam 5 sore lihatlah BTV. Aku akan membuktikannya.

Selesai mengirimkan pesan singkat kepada Eunrim, aku segera bersiap-siap. Sore ini, SHINee akan menjadi bintang tamu dalam suatu acara talkshow. Aku sudah diberi daftar pertanyaan yang akan diajukan host, salah satu pertanyaannya adalah yeoja idaman. Untunglah- Kibum memberikanku satu solusi yang sangat hebat. Kenapa tidak kulakukan dari dulu? Memang terkesan nekat, namun biarlah saja! Aku sudah tidak peduli.

Yap- hari ini Eunrim, kau akan melihat aku, namjachingumu, mengatakan hal yang ingin kau dengar sejak dulu. Nantikan saja.

***

Aku mempunyai satu pertanyaan yang pasti banyak ditanyakan, namun tidak bosannya aku bertanya kepada kalian. Siapa yeoja idaman kalian? Siapa yang akan memulai duluan, ah. Jonghyun-ssi, kau mau menjawabnya pertama kali?”

Ne. Yeoja idamanku adalah Park Eunrim!”

Mwo-? Siapa dia?”

Biarpun berpikiran sempit, keras kepala, dan mesum, namun aku sangat menyukainya. Aku suka kau yang seperti dulu- tomboy, urakan, namun yeoja yang sangat mandiri dan tidak mau terlihat lemah. Aku tidak akan peduli apa kata orang tentang hubungan kita, karena buatku kau yang paling penting! Kau yeoja idamanku, Eunrim!”

***

Tepat ketika acara itu selesai- saat itulah ponselku berdering. Tulisan ‘Eunrim yeoja pabbo’ berkedip-kedip. Kuhembuskan nafasku panjang sebelum aku mengangkatnya.

“Yoboseyo-?” sapaku.

“YA-! KIM JONGHYUN! KAU BISA MENGHANCURKAN KARIRMU!” sialan- telingaku langsung berdenging.

“Biar saja- aku tidak peduli!” sergahku setengah berteriak. “Aku suka kau apa adanya! Sekarang kau percaya bukan?”

“Kau benar-benar melakukannya untukku?” tiba-tiba Eunrim berkata dengan nada sangat pelan.

“Tentu saja-! Kau kira aku bercanda? Aku benar-benar serius, Eunrim!”

“Geurae- aku percaya. Gomawo, Jonghyun. Kau sudah begitu seriusnya kepadaku,” suara Eunrim mengecil. Terdengar isakan dari seberang sana.

“Aigoo- Eunrim, kau menangis?”

“Jeongmal mianhae, Jonghyun. Aku yang bodoh- menelan semua apa yang kau katakan kepada media tanpa memastikannya terlebih dahulu. Aku sangat bodoh-”

Aku memotong perkataannya, “Kalau tidak bodoh, bukan Eunrim namanya. Kekeke- sudahlah jangan menangis! Ayolah- apa kau mau aku cium?”

“Mwo-?”

“Ppopo atau kisseu? Mana yang lebih kau suka- aku tahu kau lebih suka kisseu! Muuuaaaah-!”

“Ya-! Jonghyun!!”

***

Kami berlima ditambah tiga orang staff manajemen terdiam lama memandangi sebuah foto yang ada di sebuah website berita terkenal. Lama sekali kami memandanginya- tanpa berkedip, tanpa suara.

“Sudah kubilang- yeoja itu tidak beres sama sekali. Kurang waras! Bagaimana bisa Eunrim bersahabat dengannya?” pertanyaan Key memecah keheningan di antara kami.

“Key- kenapa kau mengiyakan saat yeoja itu memintamu mengambilkan foto untuknya!” Onew-hyung menatap Key sebal. Key memeletkan lidahnya.

“Satu-satunya yang harus kau persalahkan adalah Jonghyun-hyung. Dia bukan yang membawamu ke Sunyoung-ssi, Onew-hyung?” cetus Minho tanpa rasa bersalah. Aigoo- dia masih dendam denganku gara-gara kutinggalkan sendiri saat aku dan Eunrim bersembunyi dalam suatu ruangan di kampusnya. Salah sendiri kenapa tidak langsung mengikutiku ketika aku ditarik paksa Eunrim?

Kau tahu-? Dugaanku tentang antifans yang bertambah karena hubunganku dengan Eunrim salah. Mereka tetap antifans, namun jumlahnya tidak berubah. Banyak fans yang mendukung hubunganku dengan Eunrim. Katanya mereka melihat kalau kami berdua memang ditakdirkan bersama. Terserah lah, yang penting aku dan Eunrim bahagia.

Tetapi, aku juga tidak tahu kalau semua akan jadi begini. Di luar perkiraanku, tentu.

“Kau harus bertanggung jawab, Jonghyun-hyung. Aku tidak mau tahu,” Taemin menatapku pasrah.

Kupandangi foto yang ditampilkan monitor tersebut. Foto seorang yeoja yang diapit dua orang namja. Foto di bawahnya menampilkan yeoja tersebut mencium pipi namja di kirinya. Foto berikutnya menampilkan bibir merah merekah yeoja itu mencium namja di sebelah kanannya. Di bawah foto itu tertulis: ‘Shin Sunyoung, yeoja antara Onew dan Taemin SHINee’.

Aku meringis melihat foto Sunyoung di bawah foto-foto tersebut. Di sampingnya terdapat kutipan kata-katanya pada saat diwawancarai, ‘Memang benar- kami bertiga dekat. Jujur aku tidak bisa memilih karena keduanya sangat baik. Mereka sangat memujaku! Akhirnya ketahuan juga hubungan kami bertiga.

Yeoja aneh- bukannya dia sendiri yang mengunggah foto-foto jahanam itu ke internet? Setahuku dia punya dua blog dan tiga Facebook– semua diunggahnya dalam situs-situs itu! Itu kata yeojachinguku.

Ringtone seseorang berbunyi. Onew-hyung segera merogoh sakunya dan segera panik setelah dia melihat layar ponselnya.

“Aigoo- Michiyo! Apa yang harus kukatakan- sial! Dia pasti menelepon karena foto yeoja jahanam itu!” umpatnya keras sambil menjauh dari keramaian.

Sedetik kemudian, stylist-noona kami masuk tergopoh-gopoh. “Taemin-ah, kau dicari yeojachingumu! Cepatlah- dia menangis di ruang depan!”

Taemin mendelik dan berseru, “Aigoo- yeoja cengengku!” Lalu ia berlari keluar diikuti stylist-noona kami.

Apa yang harus kulakukan? Bagaimanapun mereka berkorban untukku dan Eunrim..

Aish- biarkan sajalah. Hahaha-!

-the end-

©2010 by weaweo

———————————————————

komen yaaa~!^^

20 thoughts on “[FF] My Dream Girl Is You (FM Stories)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s