[FF] The Ambulance


title: The Ambulance

author: weaweo

length: oneshot

rating: T, PG-13

genre: romance, tragedy

casts: YOU, MBLAQ Cheondung aka Thunder, and a mystery character

disclaimer: the plot of this fanfiction is mine! ^^

 

———————————————————————

say no to plagiarism!

please leave comment after read!

———————————————————————

halo halo~ ini FF oneshot terbaru saya! silakan dinikmati ya! jangan lupa komen kalau udah selesai baca~^^

 ———————————————————————

The Ambulance

by weaweo

 

 

(Your POV)

Mengesalkan. Aku cuma bisa marah-marah sendiri sekarang. Bagaimana tidak? Namjachinguku ini begitu menyebalkan! Dia sama sekali tidak perhatian kepadaku!

Park Sanghyun a.k.a Cheondung a.k.a Thunder. Namanya begitu banyak sampai aku bingung apa yang harus kupakai untuk memanggilnya. Dia namjachinguku yang paling manis dari semua mantan namjachinguku. Tetapi dia juga yang paling polos dan tak berdosa.

Ya, dia sangat polos! Dia bahkan belum pernah menciumku—sama sekali belum pernah! Padahal kami sudah tiga tahun pacaran!

Saat kutanya kenapa dia tidak menciumku, dia menjawab bahwa cinta sebuah pasangan tidak diukur dari seberapa sering mereka ciuman. Gara-gara jawabannya yang, emmh—bijak, aku jadi bingung mau bangga atau mengutuk kekolotannya!

Yap- dan kau bisa melihat sekarang. Di hari sedingin ini dia bahkan tidak memelukku. Maksudku—hello! Aku kedinginan! Tolong hangatkan aku!!

Bahkan aku sudah mencoba segala cara untuk membuatnya menghangatkanku. Bahkan aku sampai terang-terang menggigil di depannya—namun sampai sekarang dia sama sekali tidak sadar! Atau mungkinkah dia memang berlagak tidak sadar?

Ah, aku sudah capek! Aku kedinginan! Aku menggigil! Lihat tanganku sampai putih sekali, seperti pualam! Aigoo- kenapa sih aku memilih berjalan-jalan di tepi sungai di hari bersalju seperti ini?!

Sudah, akan kusuruh dia memelukku!

“Hey, Cheondung-ah~!”

“Hem?” ujarnya pelan sambil tetap berjalan. Matanya bahkan dia melirik sedikitpun kepadaku.

“Aku..”

“Ah, ada yang ingin kubicarakan.” Cheondung berhenti dan menghadapku. Di dekat kami ada sebuah mobil terparkir. Warna catnya putih dengan garis-garis merah. Astaga—aku jadi paranoid..

Aku berhenti dan mendongak—menatapnya yang lebih jauh tinggi dariku. Mata kami saling bertumbukan selama beberapa detik, namun dia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Waeyo?” tanyaku penuh perhatian. Dia memang pemalu—namun setidaknya dia suka berbicara. Itu yang membuatku merasa sepi kalau tidak ada dirinya di sampingku.

“Aku ingin putus.”

“Mworago?” tanyaku kaget. “Mwo? Kau ingin putus?”

Cheondung menatapku. “Ne. Aku ingin menjalani hidupku yang semula, tanpa dirimu..”

“Waeyo?” tanyaku. Air mataku sudah hampir jatuh. “Cheondung-ah~! Kita sudah hampir tiga tahun berpacaran!”

“(Namamu)-ah! Kapan kau akan sadar?” Cheondung menatapmu putus asa. “Aku bukan Cheondung!”

Aku mengangguk pelan dalam tangisku, “Kau Thunder~!”

“Aigo-! Aku bukan Thunder!” sergah Cheondung kesal.

“Ne, aku tahu! Namamu yang sebenarnya Park Sanghyun! Aku tahu itu, Cheondunggie!” ujarku manja. Aku sengaja menggodanya agar dia luluh dan tidak jadi memutuskanku.

Cheondung menghela nafas panjang, “Aku juga bukan Park Sanghyun! Kau pasti tahu itu!”

“Cheondung~! Kenapa kau bilang kau bukan Park Sanghyun?! Kau Park Sanghyun, namjachinguku tersayang..”

“AKU YEOJA, (NAMAMU)-AH! AKU YEOJA!! SADARLAH!” jerit Cheondung frustasi. Dia mengguncang-guncangkan bahuku keras. Semau orang di jalan mengalihkan pandangannya kepada kami.

“Cheondung-ah! Kenapa kau jadi kasar begini?!” jeritku kesal. “Kau Park Sanghyun dan kau bukan yeoja!” Aku menangis. “Aku kira kau sudah sembuh, Cheondung-ah! Kau.. ternyata kau masih belum pulih! Nanti kita harus mampir ke rumah yang temboknya berwarna putih itu! Kau harus disembuhkan!”

Cheondung menghentakkan kakinya kesal. “Kapan kau berhenti begini, (Namamu)-ah! Sudahlah! Dokter, perawat! Bawa dia!”

Tiba-tiba, dari dalam mobil—yang membuatku paranoid tadi—keluar banyak orang memakai baju putih-putih. Aku melotot. Orang-orang yang memakai baju putih-putih itu? Aku punya pengalaman buruk dengan mereka!

“Ayo, nona. Kami bawa anda pulang kembali!” Seseorang mencengkram satu lenganku. Aku memberontak. Lalu datang yang lainnya, mereka semua memegangiku. Aku berteriak histeris.

“Cheondung~! Bantu aku! Aku tidak sakit! Cheondunggie~!” ratapku kepada namjachinguku yang hanya berdiri di depan pintu mobil berwarna putih itu.

Cheondung membuang pandangannya, “Aku bukan Cheondung! Aku bukan namjachingumu! Sadarlah! Ini untuk kebaikanmu! Cepatlah kau sembuh!”

“Cheondung!” Aku menangis. Orang-orang yang berpakaian putih-putih itu memasukkanku ke dalam mobil. Kemudian mereka mengikat kedua tanganku dan kedua kakiku. “Cheondung! Cheondung!”

Orang-orang itu membekap mulutku. Aku meronta-ronta, berusaha membebaskan diri. Ada seseorang yang memegang lengan kiriku. Lalu, seseorang yang lain mengeluarkan sebuah alat yang berujung jarum kecil panjang. Dia mendorong tuas yang ada di bawah alat itu, cairan yang ada di dalamnya memancar keluar.

Aku meronta lebih keras. Hah, apa kalian pikir aku tidak tahu itu apa?! Itu jarum suntik! Aku tidak suka! Shireo~! Aku tak akan menuruti semua kata kalian!

“(Namamu)-ssi, sekarang kau hanya akan tidur dengan tenang! Begitu kau bangun, kau sudah ada di rumah!” ujar seseorang. Lalu, orang yang memegang jarum suntik itu langsung menusuk lengan kiriku.

“EMMMH~!” teriakku tertahan. Seketika, aku menjadi sangat mengantuk.

***

(Author’s POV)

Seorang yeoja memandang keramaian yang ada di depannya dengan miris. Wajahnya diliputi kekhawatiran yang mendalam. Tangannya saling meremas—cukup menandakan dia sangat cemas.

“(Namamu)-ah,” gumamnya. “Ini demi kebaikanmu..”

Lalu pintu mobil ambulan yang ada di depannya ditutup. Seorang dokter turun dan menjabat tangan yeoja itu. “Kamsahamnida, nona. Kalau bukan karena Anda, kami tidak akan mungkin menemukannya!”

“Ya,” yeoja itu menghela nafas panjang. “Sebenarnya sudah dari tiga hari yang lalu dia di rumah kami. Setiap kami ajak berbicara kenapa ia kabur dari rumah sakit, dia selalu tidak mendengarkan. Kami juga tidak bisa mengajaknya keluar karena dia selalu curiga dan tidak mau diajak pergi.”

“Baguslah Anda berhasil mengajaknya pergi hari ini, sehingga kami bisa menunggu di tempat ini dan menangkapnya..”

“Dokter, tolong sembuhkan dia. Seharusnya dia  tidak seperti ini. Semula dia gadis yang baik dan pintar..”

“Tentu saja, nona Sandara. Kami akan berusaha sebaik mungkin!” Dokter itu membungkukkan badannya. “Baiklah, sudah waktunya untuk pulang. Pulanglah, nona. Hari sudah sangat malam. Annyeonghaseyo.”

“Annyeonghaseyo..”

Yeoja itu memperhatikan ambulan itu sampai pergi menjauh darinya.

“(Namamu)-ssi, mianhae,” bisiknya perlahan. “Kalau saja Cheondung, namdongsaengku tersayang, tidak pergi secepat itu mungkin kau tidak akan begini..”

Kemudian yeoja cantik itu pergi meninggalkan tempat itu sambil mengisak perih.

-the end-

©2011 by weaweo

———————————————————————

gimana? kekeke~ komen ya jangan lupa^^

21 thoughts on “[FF] The Ambulance

  1. Cerry says:

    Omona ternyata aku gila(?) kasihannya diriku.
    Kekekeke ini pertama kalinya aq mampir di blog ini. Salam kenal ya chingu🙂

    • weaweo says:

      gyahahaha- ngga kok chingu, wkwkwkwk
      yeyeyeyy~! welcome to my blog chingu-ah *gelar karpet merah*
      yang betah yaaaaaaa *kedip-kedip*
      salam kenal juga ya~ ^^

  2. amelee says:

    untung aku bacanya gapake namaku, aku kan ga gila ahahaha😛
    kasian (namamu)-ah, semoga ga cepet mati karena sakit jiwa ya (?) #digampar
    ffnya kok ngulang lg? aku kira panjang -,-” ato ada yg salah dgn hapeku kah?
    cepet sembuh ya (namamu)-ah!😛

    • weaweo says:

      hahaha- dasar! wkwkwk
      aneh bgt komenmu liyaaaaaaaah~! ngakak aku sumpah, wkwkwk. kejar si (namamu)-ah nyaho lo😀
      jinjja? bentar aku cek dulu yey
      iya makasih, amin (lho-? emg aku yg….)

      makasih udah mampir baca lo liyah, muah muah. tak kasih ayamnya nyunyu ya, nih *ngasih ayam*😛

  3. Park Kyungjin says:

    Ya, dia sangat polos! Dia bahkan belum pernah menciumku—sama sekali belum pernah! Padahal kami sudah tiga tahun pacaran! <– kok berasa aku mupeng banget dicium thunder -__-"

    dan makin ke bawah,, ternyata ada yang salah dengan fanfic ini!!
    aaaaaaaaaaaa!! #tereak2gaje #diangkutkeRSJ
    mana authornya?!
    masa si (namamu)-ah dibikin gila DX

    but overall keren wea😉
    si (namamu)-ah benar2 sinting g ketulungan,,
    masa cewe tulen dibilang cheondung =___=" #tidurandirel

    • weaweo says:

      wakakaka- sumpah ya dyu! ngga tau kenapa setiap baca komenmu kok aku bawaannya PENGEN KETAWA NGAKAK MULU😆

      woh, jangan mau dicium thunder! sumpah dyu! aku udah pernah dicium eh bibirku malah jadi panas, kayaknya dia mengandung semacam energi elektrik yang bisa buat ngidupin lampu sekalian (?) #berpengalaman /plak😕

      hahaha, ya gini deh ff tragedy bikinan aku mesti ada kayak gitunya ._.

      hahaha, tu kan ngakak lagi baca kalimat bawahnya– T^T *nangis guling2 di aspal*

      • Park Kyungjin says:

        omaigat #gubrak
        iya tenang aja.. jgnkan thunder,, suamiku yang tiga biji aja g ada satupun yg pernah cium aku😦
        #noyortaeminchangminheechul #PLAK <– fangirl ngenes

        woaa padahal aku g ada maksud wea untuk membuatmu menderita seperti itu D: #pungutweadariaspal

        oiya wea fandom mu apa sih?? O.o

      • weaweo says:

        wakakaka- sabar ya dyu. mungkin mereka lebih mending cium diri mereka sendiri daripada kamu /PLAK #jeduk2inkepaladitanah

        iya, kamu tega sekali kepadaku. jangan pegang2 aku orlando! (*lho?)

        kekeke~ fandomku? hahaha ><
        ELF, shawol, kissme, sama sedikit2 A+. terlalu banyak ya ini T^T

  4. fianacassieopeia says:

    Hah??ini oneshot ato drabble???*d tabok author*
    aigoo…emang karakternya yg msh jd misteri yg mana sih?kagak nemu..=>reader lemot
    bgus…suka…^^

    • weaweo says:

      jiahahaha, nanggung abisnya– mau drabble kok kepanjangan, oneshot kok kependekan u,u #ditabokreaders
      jiakaakak, ayo tebak nanti aku kasih hadiah~! seratus perak!😛
      gomawo udah suka ><

      makasih udah baca-komen^__^

  5. orizuruzen says:

    UNNNIE! sial! ini keren! Namamu-ah kenapa gila-ah? Rasanya namamu-ah berasa gimana (?) aduh aku binggung mau komen gimana -___-
    kasian namamu-ah, gila gitu gara-gara cheondung. kalau aku gila karna bang Mir/DUAGH/gakadayangnanya!

    Bwahaha. keyeeeeeen b^^d daebak! castnya MBLAQ dibanyakkin dong unn,biar aku sering mampir :p . Gomawo udah buat cast sanghyun, saranghaeeee❤

    • weaweo says:

      Kyaaa~ astaga ,___, Zen maaf unnie lupa bales komenmu O_O
      Hahaha~ makasih makasih XDD
      Bentar~ (namamu)-ah kan gila gara2 Thunder meninggal… kamu kok mau gila gara2 Mir? Ini maksudnya apaan coba? Hahahaha #plak *ditabokzenpakepanci*

      Kekeke, gomawo ^O^ Sip~ kapan-kapan aku nulis MBLAQ deh ^^ Makasih yaaa😀

  6. Prestisya says:

    D’kra thunder bneran minta putus, eh… Trnyta mlah d’sruh putus ma Tuhan…
    Ky.a aq pngen jdi (namamu) wktu thunder.a msih idup ja deh…. Biarin deh d’kcangin jga, yg pnting jdi yeojachingu.a thunder #ngarep
    pi klo udh ksna”.a bkal mikir bribu” kli u/ jdi gila…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s