[FF] The Object

title: The Object

author: weaweo

length: drabble

rating: T

genre: angst

main casts: SUPER JUNIOR’s Lee Sungmin

disclaimer: i just own the plot of this fanfiction.

 

 

———————————–

annyeong! wea imnida! kali ini drabble angst yang dibikin gara2 aku yang lagi dalam masa angst juga (??) #abaikan

enjoy guys. dont forget to leave some comments. i know that youre cool readers ^^

———————————–

 

The Object

weaweo’s storyline

 

“Sungmin-ah! Dasimu lepas! Lihat!”

“Aigoo, aku tidak sadar.”

“Biar kubantu memakaikannya! Kau ini, selalu saja tidak menyadari hal-hal seperti ini! Nah, masukkan ke sini dan.. taraaa~!”

“Gomawo Jinnie. Sekarang aku bisa pulang dengan aman.”

“Kalau saja kau mau memperhatikan hal-hal begini, Sungmin-ah! Lain kali perhatikan ya…”

Jung Hyunjin. Bahkan masih kuingat kata-kata terakhirmu. Kau menyuruhku memperhatikan. Memperhatikan apa? Kau bahkan tak memperjelasnya.

Seandainya aku sudah menyadarinya Jinnie, seandainya aku tahu itu kata-kata terakhirmu. Seandainya aku tahu bahwa itu adalah isyarat cintamu. Seandainya!

Aku frustasi dibuatmu. Kau meninggalkanku dengan kata-katamu yang tidak jelas obyeknya. Obyek? Ya, obyek yang kau maksud Jung Hyunjin. Siapakah ‘hal-hal’ yang kau maksud? Cinta kah?

“Kalau aku bisa memperjelas obyekku, maukah kau merelakanku?”

 

Tidak. Kujawab pertanyaanmu dengan satu kata. Penolakan, jelas. Apakah aku merelakan kau pergi dan aku tahu apa yang kau maksud? Lebih baik kupilih aku tak tahu namun kau tetap ada di sampingku.

Tetapi Tuhan begitu tak adil. Dia mengambilmu dalam satu hentakan nafas. Kau mengejang. Aku masih ingat genggaman tanganmu melonggar begitu ragamu melayang.

Kenapa? Obyek kita takkan pernah kuketahui lagi sekarang! Seandainya aku tahu Hyunjin-ah! Seandainya aku tahu! Seandainya aku…

Hyunjin-ah, kau tahu? Sudah begitu banyak obyek yang kita bicarakan.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo~ Sungminnie! Kau sedang lihat televisi ya?”

“Ne~ kau juga? Berita di televisi tentang almamater kita lagi ya?”

“Hah, masalah demonstrasi sudah sangat berlarut-larut! Mereka suka main kasar, akibatnya seperti ini! Urusan jadi panjang…”

“Jadi, obyek yang kita bicarakan sekarang politik atau demokrasi? Hahaha…”

“Sebenarnya aku ingin bicara tentang masalah hati…”

“SUNGMINNIE!! KAU MAU LATIHAN ATAU TIDAK?! SATU…”

“NE~ NYUNG!! Hyunjin-ah, nanti dulu ya. Aku ada latihan vokal. Annyeong..”

“YA! Sung—”

CEKLEK.

 

Bodoh sekali aku Hyunjin. Seharusnya kudengarkan dahulu kata-katamu. Seharusnya aku biarkan kau menyelesaikan paragrafmu. Bodohnya aku Hyunjin. Bodoh sekali.

 

“Jadi pria idealmu?”

“Orang bodoh yang tak menyadari hal-hal seperti ini.”

 

Akukah orang itu, Hyunjin? Bodohnya aku. Bahkan saat aku bertanya, aku tak sadar bahwa obyek yang kau bicarakan itu aku! Seandainya aku tahu, Hyunjin…

Kuraih obat pengilang rasa nyeri yang diberikan dokter kepadaku beberapa hari yang lalu. Ya, gara-gara kau Hyunjin, aku jatuh sakit. Seluruh orang di dunia mengira aku sakit karena kelelahan. Haha, mereka hanya tidak tahu tentang obyek yang sedang aku bicarakan.

Obyek itu kau, Hyunjin. Bahwa aku tak bisa hidup tanpa obyekmu.

Kutelan seluruh obat pengilang rasa nyeri dengan wajah pias. Tanganku mendingin. Aku ingin menemui ajal.

“Kumohon, apapun yang terjadi, tetaplah kau bernafas. Kau obyekku.”

 

Tidak adil. Kau itu obyekku Hyunjinnie. Kalau kau pergi, lalu siapa yang akan menjadi obyekku? Seenaknya sendiri kau mengganggap aku akan baik-baik saja tanpamu?

Tanganku sudah sangat dingin sekarang.

 

“Karena aku.. Aku..”

 

Tuhan menghentikan nafasmu di detik ini, di hembusan ini, di kata-kata yang tak selesai ini. Tidak adil.

Busa-busa putih mulai keluar dari mulutku sekarang.

“Sungminnie! Ada surat untukmu!” teriak seseorang dari luar. Suara Leeteuk-hyung. Biar saja, mungkin surat iseng.

Sekarang mataku menjadi putih.

“Ya, Sungmin-ah! Tulisan pengirimnya dari Jung Hyunjin! Ini suratnya tiga bulan yang lalu!!”

Apa?

Ototku mengejang. Apakah dia jawaban atas obyekku selama ini? Kulangkahkan kakiku susah payah ke pintu kamarku, membuka kunci pintu itu dengan tangan gemetar. Tubuhku mengigil. Ada cahaya di mataku.

“Akhirnya kau buka juga! Makanya tidur jangan… Sungmin? SUNGMIN!!”

Cahaya itu menyambarku. Rasanya berat.

 

The End

© 2011 weaweo. All rights reserved.

 ———————————–

oke, gimana? pendek kan? wakaka #gebukreaders

buat yang nunggu sekuel FM Stories, tunggu saja ya. saya sudah menjadwalnya di wp. makanya stay tune terus biar tahu kapan tu sekuel nongolnya😄

thanks for reading and commenting! ^^

10 thoughts on “[FF] The Object

  1. amelee says:

    weaa, aku suka temanya.. ceritanya walo drabble tp gimanaa gitu khukhukhu~ X33 walo gajelas jg knp hyunjinnya mati ._____. (namanya jg drabble)
    dan yg jd pertanyaan adalah, APA ISI SURATNYAA~??! penasaran benerr deh -_____-!” (namanya jg drabble)

    oh, FM stories mau lanjut ya? *ganyadar*
    yasudah keep fighting saja😛

    • weaweo says:

      annyeong jasmine ^^ selamat datang di integralparsial😀
      aaaaa~ makasih jasmine, padahal ini bikinnya sambil mabok tugas laporan #gubrak XDDDD
      aaaah~~ jangan ingatkan author ttg ending yang itu, hiks .___.

      makasih udah baca-komen, semoga betah di integralparsial (walau suguhan makanan ngga ada) huahahaha😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s