[FF] 5 Reasons Why I Love You (FM Stories)

title: Five Reasons Why I Love You

author: weaweo

length: oneshot

rating: PG-13

genre: romance, comedy

casts:

  • Kim Jonghyun – Park Eunrim
  • Lee Jinki aka Onew – Michiyo Fujiwara
  • Choi Minho – Park Chaerin
  • Lee Hyura – Kim Kibum aka Key
  • Lee Taemin – Lee Hyesun

disclaimer: I just own the plot and OCs

 

SAY NO TO PLAGIARISM AND SILENT READERS

COMMENT IS A MUST

—–

hello! ini dia sekuel FM Stories ^^ post di tanggal unik, gyahahaha XDD

silakan dinikmati. enjoy. jangan lupa komen ^^

—–

Five Reasons Why I Love You

weaweo’s storyline

Michiyo baru saja membuka pintu apartemennya begitu melihat seorang wanita muda datang kepadanya dengan wajah ceria.

“Michi-unnie~!” sapanya penuh manja. “Aku ingin menunjukkan ini kepadamu!” Ia mengacungkan sebuah majalah remaja.

“Astaga, Hyesunnie. Pagi-pagi begini kau hanya akan menunjukkan majalah remaja untuk wanita yang sudah menikah seperti aku?” Michiyo mendengus, kentara kesal. Padahal dia bermaksud hari Minggu yang cerah ini dihabiskannya dengan bermain-main di tempat tidur bersama suami tercinta.

“Ah, unnie! Hanya sebentar saja! Lagipula kita kan tetangga!” Hyesun meringis. Apartemennya memang terletak hanya satu lantai di atas apartemen Michiyo.

“Memangnya apa yang ingin kau perlihatkan? Cepat masuk!”

Tanpa disuruh lagi, Hyesun melangkah masuk ke dalam apartemen Michiyo. Dia duduk di sofa lalu menoleh kepada Michiyo takut-takut, “Umm.. Onew-oppa masih tidur ya?”

Michiyo mengangguk kecil, “Sudah, mana?”

“Ini..” Hyesun membuka-buka majalahnya dan memperlihatkan isinya kepada Michiyo. Headline di atas artikel itu berwarna pink, tulisannya ‘FIVE REASONS WHY I LOVE..

“Ayo kita buat angket kecil-kecilan tentang ini, unnie. Kita buat 10 lembar kertas selebaran yang seperti ini dan sebuah kotak yang berlubang seperti celengan. Kemudian edarkan itu selama sepuluh hari kepada kita bersepuluh. Di hari kesebelas , baru kita buka dan baca satu-persatu.

Michiyo terkekeh. “Idemu bagus, Hyesunnie. Baiklah, sekarang hari pertama. Kau yang buat lalu kau isi duluan. Hari kedua biar random saja. Pilih sesukamu!”

“Arraseo!”

“Sudah? Sana pulang! Taemin nanti mencarimu!”

Hyesun langsung menuruti kata-kata Michiyo dan berlalu pergi. Wanita Jepang itu langsung menutup pintu dan menguncinya cepat. Yang dia inginkan hanya beristirahat untuk hari ini. Itu saja.

“Michi-chaaaan, kau di mana?”

“Ya, ya, ya. Aku datang, Jinki-ah!”

***

“Hey, hey, hey! Hyura-unnie!”

Hyura menoleh tepat dan melepaskan earphone-nya. “Hyesun-ah?” katanya begitu Hyesun sampai di hadapannya. “Kenapa kau berlari?”

“Unnie, aku sudah memanggil-manggilmu, hhehh..” Hyesun terengah-engah. “Sejak kau turun dari subway! Hhh, tapi kau tidak menoleh!”

“Aaa~ mianhae,” Hyura tertawa. “Aku sedang mendengarkan lagu sampai-sampai tidak sadar kau memanggilku!”

“Hhh.. dasarnya unnie tuli!”

“Ya! Lee Hyesun, kau belum pernah digantung di atas tiang bendera sekolahan, hah?”

“Kekeke, hhh.. Mianhae. Ini, aku ingin memberikan ini!”

Hyura menerima kotak aneh itu dengan pandangan curiga. “Apa ini? Bom ya?”

“Unnie, ngawur! Ini angket! Sudah baca saja petunjuk di dalamnya lalu isilah. Kalau sudah selesai berikan kepada salah satu di antara kita bersepuluh di hari berikutnya..”

Hyura membuka kotak itu dan menemukan bahwa di dalamnya ada sebuah kotak lagi, dengan lubang di atasnya, dan sembilan lembar kertas berwarna pink dengan tulisan ‘5 Reasons Why I Love You, ….’

“Hemm, aku orang kedua ya?”

“Iya~”

“Kalau begitu edarkan kepada orang lain dulu! Di hari keempat baru aku yang akan mengisinya! Aku ingin jadi orang keempat yang mengisi angketmu!”

GUBRAK. Hyesun meringis mendengar perkataan Hyura yang memang sangat suka angka empat. Sudah capek-capek berlari tetapi dia hanya mengatakan hal yang mengesalkan, batinnya kesal.

***

“Aku harus mengisinya?” tanya Jonghyun sembari menatap kotak itu aneh. “Lalu membawanya selama satu hari dan baru memberikannya kepada orang lain keesokan harinya?”

Hyesun mengangguk. Setelah ditolak mentah-mentah oleh Hyura, untunglah dia bertemu Jonghyun di jalan. Lebih senang lagi karena Jonghyun tampaknya mau mengisi angket aneh itu.

“Baiklah. Akan kuisi! Tetapi akan aneh kalau aku berjalan-jalan membawa kotak pink begini. Kenapa kau pilih warna pink sih? Kenapa bukan biru atau hitam..”

“Sudah isi saja!!”

“Geurae! Besok kalau sudah selesai akan kuberikan kepada Eunrim..”

“JANGAN!!” teriak Hyesun. “Jangan berikan kepada orang yang serumah denganmu!”

“Iya, iya!”

***

“Buat apa mengisi begitu? Penting ya?” tanya Minho kepada Jonghyun keesokan harinya, saat Jonghyun memberikan kotak itu kepadanya. “Aku sama sekali tidak melihat keuntungan di balik angket aneh begitu..”

“Entahlah, Choi Minho! Tetapi aku hanya dititipi pesan oleh Hyesun, mengerti?” Jonghyun meletakkan kotak itu ke tangan Minho secara paksa. “Lebih baik kau isi, dengar? Bisa gawat kalau Hyesun menangis gara-gara acaranya terganggu!”

“Ah, iya,” Minho mengangguk. Dia masih ingat bagaimana marahnya istri Taemin itu saat acara ulang tahun ke duapuluh-nya tidak berjalan lancar. Menangisnya saja tidak berhenti selama tiga hari dua malam.

“Oh ya, aku juga dititipi pesan. Kalau kau sudah mengisi, besok kau berikan kepada Hyura. Itu pesan Hyesunnie!”

“Arraseo, hyung.”

***

“HYURA!!”

Hyura melepas earphone, menoleh ke belakang, dan mendapati Minho menatapnya dengan wajah kesal. “Ya, Minho-oppa? Gwenchanayo?”

“Kau itu yang harus ditanya!” semprot Minho. “Kalau mendengarkan musik volume-nya berapa sih? Kau pasang full ya? Sampai-sampai tidak mendengarku berbicara!”

“Ya ya ya! Mianhae! Aku memang sedang melamun!” sahut Hyura ikut kesal. “Lagipula siapa suruh memanggilku saat aku sedang berjalan di trotoar! Satu lagi, aku sedang banyak urusan! Aku asisten dosen dan banyak urusan harus kuselesaikan di kampus!”

“Tetapi tak seharusnya kau.. Argh~ sudahlah! Ini!”

“Apa itu? Aaah~!” Hyura membulatkan matanya. “Angket Hyesun ya? Aku orang keempat kan?”

“Iya, kau urutan keempat! Oh ya, jangan berikan kepada Kibum, tidak boleh untuk orang yang satu rumah!”

“Iya, aku tahu! Dasar galak!”

***

“Apa ini?” tanya Onew bingung sambil menatap kotak di tangan Hyura.”Kau memberiku makan siang gratis ya, Hyura-ssi? Kuharap isinya ayam!”

“Astaga, oppa! Apakah Michiyo tidak memberimu lauk ayam setiap hari? Melihat kau masih suka mengatakan kalau kau mencintai ayam membuatku percaya, jangan-jangan kau lebih mencintai ayam daripada istrimu sendiri?”

“Memang~ ayam sudah bersamaku selama masa hidupku. Lalu kuanggap Michiyo itu juga ayam, jadi singkat kata aku mencintainya karena dia ayam..”

Hyura memasang wajah datar, membuat Onew kesal dan menjitak kepalanya. “Kau ini, bisakah tidak mengejekku?”

“Sudah, ambil saja angket ini, ayam tua! Baca petunjuknya dahulu, ada yang sudah kutambahi supaya kau tahu!”

“Siapa yang bilang ayam tua?! Kau kurang ajar! Beri aku  sekotak fried chicken baru kumaafkan kau!” ancam Onew sambil memasang wajah galak.

“Oke, tetapi ada syaratnya!”

“Apa?”

“Panggil Michiyo selama seharian penuh dengan kata ‘My Chicken!’ Kita lihat apakah dia tahan?”

GLEK. “Ya, Hyura.. Michi kan tidak suka panggilan sayang..”

“Mau atau tidak? Oh ya jangan curang ya. Rekam semua kegiatan kalian untuk bukti!”

***

To: Eunrim-ah

Aku tadi ke ruanganmu tapi kata temanmu kau sedang makan siang!

Jadi kutinggalkan kotaknya di mejamu.. Isi ya..^^

Baca dulu petunjuknya~~^^

Onew

Eunrim mendengus kesal. “Apa lagi ini? Aish!”

***

“Ini apa, Eunrim-ah? Bentuknya lucu sekali~!”

“Entahlah! Sudah isi saja lalu berikan kepada orang lain selain yang namanya tercantum di sampul kotak itu!”

“Oh? Sudah ada Hyesunnie, Jonghyun-hyung, Minho-hyung, Hyura-ssi, Onew-hyung, dan kau yang mengisinya? Hyesun sudah mengisinya, aku jadi tidak tahu akan kuberikan ke siapa lagi..”

“Ya ya ya, baca dulu petunjuknya! Lagipula yang membuat semua ini istrimu! Sudah aku mau masuk dulu ke kantor kalian. Aku dan Jonghyun membuat janji akan pergi ke rumah orang tuanya selama dua hari! Sudah telat tiga menit nih..”

“Oke, Eunrim-ah! Semoga program punya anak kalian berhasil ya! Kalian mau bulan madu kelima kan?”

Eunrim langsung berhenti melangkah dan menatap Taemin penuh selidik. Matanya menyipit kejam. “Dari mana kau tahu, Taeminnie? Ha?”

Taemin meringis, “Jonghyun-hyung menceritakannya kepada kami berempat..”

“YAA~ ORANG ITU! JONGHYUN!!”

***

“Hyesunnie! Apa kau lihat kotak pink yang kemarin kubawa?”

Hyesun berhenti melakukan kegiatannya bersih-bersih rumah. “Tidak, oppa. Kau pasti hanya lupa menaruh di mana! Coba kau cari lagi!”

‘Seingatku kemarin kutaruh di sini!” Taemin membalik-balik semua benda yang bisa diraihnya.

“Aaah~! Oppa! Jangan buat berantakan lagI! Aku baru saja merapikannya!!”

“Aaah~! Bagaimana ini! Mumpung Chaerin baru mampir ke rumah kita, Hyesunnie! Aku harus memberikannya kepada Chaerin!”

“Aaah~ molla!! Pokoknya harus ketemu! Itu proyek abadiku!!”

“Aaah~!!!”

“Hey, hey, hey.” Tiba-tiba kepala Chaerin menyembul dari balik pintu kamar. “Maksud kalian yang ini? Kotak pink ini?” Dia mengacungkan kotak pink yang dimaksud.

“Aaah~ kau menemukannya!” seru Taemin senang. “Di mana kau menemukannya, Chaerinnie?”

“Di tempat sampah dapur! Untung bentuknya masih utuh!”

Taemin menelan ludahnya. Dia baru ingat, tadi ia mencampurkan kotak pink itu dengan kotak-kotak bekas pembungkus hadiah pernikahannya dengan Hyesun bulan lalu. Lalu setelah disortir, ia buang semua kotak itu ke tempat sampah. Mungkin saja kotak itu ikut terbuang..

Tahu-tahu tangan Hyesun sudah bersiap-siap di samping pinggang suaminya.

“ADAWWWW!!”

“TAEMIN-OPPAAAA!!!”

***

“Isi? Oke,” Key menyahut riang. “Ah, aku suka warnanya. Shocking pink!

“Yap, lalu berikan kepada Michiyo. Hanya dia yang belum mengisi, lagipula tulisannya memang menyebutkan dia harus terakhir..” cetus Chaerin sambil menyeruput teh herbalnya dalam kemasannya.

“Hmm, iya ya,” Key menganggukkan kepalanya sambil membuka kotak itu. “Ah, Hyura sudah mengisinya? Aku jadi penasaran dia menulis apa! Chaerin, kau tidak penasaran apa tulisan suamimu?”

“Penasaran sih~ tapi aku memilih untuk tahu nanti saja! Kekeke,” kekeh Chaerin. “Oh ya, Minho-oppa belum keluar ya? Apa dia masih di dalam?”

“Ah, Minho ya?” Key menggumam. “Dia sudah keluar dari tadi. Latihan kami kan sudah selesai sejak jam satu tadi..”

“Ya! Kenapa tidak bilang?!”

“Lah, kau tidak menanyakannya kepadaku sejak awal! Lagipula kukira kau ke sini hanya untuk mencariku! Hahaha…”

Chaerin memberengut. Gagal sudah rencananya untuk mengajak suaminya tersayang, Choi Minho, jalan-jalan ke Myungdong.

***

“Michiyo-noona! Tangkap!”

Dengan mulus Michiyo menangkap lemparan home run (?) dari Key. Untunglah hanya sebuah kotak berwarna pink “Ya! Kkau gila ya? Kau lemparkan ini dari lantai dua rumahmu? Kalau jatuh rusak bagaimana?”

Key hanya tertawa keras. “Mumpung kau lewat depan rumahku, noona! Lagipula aku malas turun ke bawah hanya untuk memberikannya kepadamu! Aku tidak perlu menjelaskan itu apa bukan?”

“Iya iya! Aku tahu!” Michiyo menggaruk telinganya yang gatal. “Tapi kau tidak sopan! Huh!”

“Maafkan suamiku yang kurang ajar ya, Michi-neechan!” Tiba-tiba Hyura menjejeri Key di atas balkon rumah mereka. Dia terkekeh-kekeh menatap Michiyo yang masih berdiri di trotoar. “Dia memang kurang ajar! Hey, coba tangkap ini!”

“Waaaaa~!” Kali ini Michiyo menangkap lemparan Hyura dengan susah payah. Lemparan Hyura memang terlalu mendadak—membuatnya kehilangan keseimbangan. “Ya! Hyura, kau sama saja!!”

“Kekeke~! Itu hadiah untuk Jinki-oppa! Katakan kepadanya, aku sudah melihat videonya! Terima kasih sudah melakukan tantangan itu!”

“Aaah!” Michiyo berkacak pinggang. “Jadi kau yang menyuruhnya memanggilku ‘My Chicken?!’ Hyura, kemari kau agar aku bisa melemparmu!”

Hyura dan Key tertawa dan langsung menutup pintu balkonnya. Mereka pasti malu karena sudah mulai banyak orang yang memperhatikan interaksi aneh mereka dengan seorang wanita Jepang yang sedikit gila..

***

Hari ini hari yang kesebelas sejak pertemuan Hyesun dan Michiyo. Kebetulan, hari itu mereka semua berkumpul di kantor agensi SHINee untuk saling berbincang.

“Ya, Hyesunnie! Katamu kau mau membacakan angket kemarin?” tanya Hyura sambil menepuk bahu Hyesun. Yang ditepuk bahunya malah tertawa.

“Ne, ne unnie! Kau tidak sabar ya? Kekeke.”

“Aish~ cepatlah Hyesun! Aku juga penasaran tentang apa yang ditulis Michiyo di dalamnya!” seru Onew sambil memamerkan deretan giginya kepada istrinya—yang duduk di depannya. Michiyo hanya memutar bola matanya, maklum.

“Iya, iya~!” Hyesun mengambil kotak pink di dalam tasnya dan membukanya. Dalam kotak pink itu ada sebuah kotak lagi (dengan warna yang sama). Ia mengambilnya dan membuka isinya.

“Jujur, aku merasa sangat terhormat karena kalian mau mematuhi peraturan yang kutulis~” Hyesun tertawa kecil. “Aku kan paling kecil tapi kalian mau-mau saja menuruti perkataanku..”

“Itu karena kami tahu—kalau tidak dituruti pasti kau menangis lagi!” cetus Eunrim galak. Hyesun hanya meleletkan lidahnya, membenarkan semuanya.

“Oke, yang pertama~” Hyesun mengambil salah satu kertas angket berwarna pink dan membuka segelnya. “Hmm, ‘Five Reasons Why I Love Taemin.’ Hegh~ ini punyaku sendiri..”

“Ahahahahahahahahaha..” tawa riuh langsung terdengar di seluruh ruangan. Hyesun hanya menundukkan kepalanya karena pipinya sudah semerah tomat.

“Apa harus kubaca sendiri?”

“IYAAAA!!”

“Geurae!” Hyesun menghembuskan nafas. “Emm.. Tapi aku malu..”

“Alasan!!”

“Baiklah, baiklah..” Hyesun menghembuskan nafasnya lagi. “Emm, five reasons why i love Taemin are..”

Kesembilan orang lainnya menyimak dengan sangat serius. Bahkan Onew yang biasanya berisik saja mau diam untuk mendengarkan. Apalagi Taemin, dia bahkan sudah menyiapkan buku untuk mencatat kata-kata Hyesun.

“Satu, dia tampan. Dua, aku sudah suka dia sejak dia ada di SHINee. Tiga, ketika bertemu pertama kali, ayahku langsung cocok dengannya. Empat, dia mau menerimaku apa adanya. Lima,” Hyesun berhenti sejenak. “Karena dia mau mengorbankan semuanya untukku. Dia berjuang untuk kembali bersatu denganku, menentang kehendak nenekku untuk menjodohkanku. Dan akhirnya, perjuangan kami..”

Hyesun menitikkan air mata. Taemin langsung berdiri dan memeluknya erat. “Kita sudah berhasil, Hyesun. Kita sudah berhasil.. Saranghae~”

Hanya Eunrim yang sudah berkaca-kaca—mungkin ini karena kebiasaannya menonton drama, jadi terbawa di dunia nyata. Yang lain? Hanya menonton dengan wajah bengong.

“Ya ya ya~!” seru Key. “Bisakah kalian berhenti berpelukan?”

“Iya! Kalian membuat suasana aneh saja!” seru Minho.

“Apa hubungannya cocok dengan orang tuamu kemudian kau jadi cinta kepada Taemin? Aneh sekali alasanmu..” cetus Chaerin heran.

“Ya ampun! Apa kalian tidak bisa ikut terharu sedikit saja! Kasihan kan mereka. Untuk mendapatkan cinta, mereka harus diuji dengan banyak cobaan. Seperti drama..”

“Astaga~ ribut sekali! Sudah ambil saja satu kemdian bacakan!” seru Hyura galak. Akhirnya dia mengambil satu dan membacakannya, “Five reasons why i love Michiyo!”

“Hwaaa! Punya Jinki-hyung!” seru Taemin sambil tertawa. Onew langsung menggaruk kepalanya sambil bergaya sok tidka bersalah.

“Satu, dia satu-satunya wanita yang tidak tertawa saat aku melucu di waktu pertama kali kami bertemu, aish—alasan apa ini?”

“Sudah! Bacakan saja, Hyura!!” ujar yang lain kompak.

“Iya iya! Dua, dia juga yang selalu tertawa saat mendengar leluconku setelah kami berpacaran. Tiga, satu-satunya orang yang bisa mengalahkan kedudukan ayam di dalam hatiku. Empat, dia pintar masak ayam goreng~ itu yang paling kusuka! Lima,” Hyura berhenti membaca. Dia langsung menatap Onew dan memanyunkan bibirnya.

“Apa yang kelima, Hyura-ah?” tanya Minho. Hyura hanya menggelengkan kepalanya.

“Tak kusangka pikiran Jinki-oppa sama kotornya dengan Jonghyun-oppa..” gumamnya. “Lima, ciuman Michiyo itu sangat HOT! Kadang bahkan dia mencium aku lebih dahulu! Aku suka jadi suaminya! Kekekeke~”

“WOOOOOO!!!” teriak semua laki-laki kepada Onew. Sedangkan yang perempuan hanya berekspresi datar dan muak.

“Sudah, sudah! Sekarang aku yang akan membacakannya!” Eunrim maju dan mengambil salah satu kertas. “Hmm, ‘five reasons why i love Chaerin..’”

“Oooh~ punya Minho-oppa!” teriak Hyesun. Minho hanya memasang tampang sok cool.

“Satu, dia baik. Dua, dia cocok denganku. Tiga, dia manis dan sangat cute. Empat, dia lucu dan bisa membuatku tertawa. Lima, dia membuatku mencintainya hanya karena hal-hal kecil..”

Chaerin langsung menatap Minho sambil tersenyum kecil. Minho hanya tertawa. Mereka– yang sedari tadi memang duduk bersebelahan—langsung saling menggenggam tangan masing-masing.

“Hoahm.. Sudah selesai?” Jonghyun menguap bosan. “Isinya membosankan!”

Minho langsung memukul bahu Jonghyun kesal. “Hey, Eunrim! Biar aku yang membaca kertas berikutnya!” Dia langsung mengambil kotak pink itu dan mengambil salah satu isinya.

“Punya siapa Minho-oppa?” tanya Chaerin sambil masih menatap suaminya tersayang.

Minho membaca kertas itu dan langsung menyeringai senang. “Punyamu, chagiya! Tak usah aku baca keras-keras ya? Toh ini kan untukku!”

“Huuu! Bacakan!!” seru teman-temannya. Minho tertawa.

“Arraseo~! Five reasons why i love Choi Minho! Satu, dia tampan, tinggi, dan kulitnya putih. Dua, dia cool tapi kadang bisa bodoh juga. Tiga, dia sayang anak-anak kecil dan keluarga. Empat, suaranya seksi—membuatku suka kalau mendengarnya. Lima, dia dewasa..”

“Hoahm..” Kali ini Eunrim yang menguap. “Membosankan..”

“Ya! Kan sudah kubilang tidak usah dibaca kalau kau tidak suka!”

“Tapi ada yang lucu,” ujar Key. “Dia bilang dia suka suara Minho?”

Semua orang, kecuali Chaerin, langsung mengamati Minho lekat-lekat. Yang ditatap langsung melirik mereka semua dengan tatapan tajamnya.

“Kurasa biasa saja..”

“YA~!!!”

“Sudah baca yang lain saja!” cetus Key. Dia mengambil salah satu kertas dan membuka segelnya. “Wah! Ini punya Michi-noona!”

“Ah, punyaku? Baca saja!” cetus Michiyo. “Hey, Jinki-ah. Dengarkan ya!”

Onew langsung memasang wajah tertarik, “Memangnya apa yang kautulis? Kau menuliskan semuanya bukan? Iya kan?”

Key terlihat membacanya sekilas. Dia menahan tawanya tetapi akhirnya dikeluarkan juga dengan sangat keras. Semua orang langsung menatapnya heran. Hyura langsung menjejeri Key dan ikut tertawa.

“Apa sih isinya?” tanya Onew kesal. Dia merebut kertas itu dan langsung menatap Michiyo geram. Michiyo hanya menatapnya sambil menahan senyum.

“Apa yang dia tulis, hyung?” tanya Taemin sambil mengambil kertas itu. “Five reasons why i love Lee Jinki. Sangtae, sangtae, sangtae, sangtae, sangtae. Itu yang membuatku mencintainya!”

“Aku menulis dengan jujur, Lee Jinki,” ujar Michiyo sambil tersenyum manis. “Aku kan menyukaimu karena lawakan anehmu! Masa kau minta aku menulis yang kau bilang kemarin malam?”

“Apa? Dia menyuruhmu menulis apa?” tanya Jonghyun.

“Ya, dia melihatku membawa kotak pink itu sepulang dari kerja—dan langsung menodongku. Katanya, aku harus menulis yang baik-baik. Dia menyarankan aku menulis dia tampan, baik, lucu, romantis, dan manis! Untung aku tidak jadi menulisnya karena dia malah menulis yang aneh-aneh untukku!” Michiyo langsung melirik suaminya.

“Hah, dasar Onew-hyung!” seru Key. “Kalau seperti itu siapa yang mau menuliskannya? Itu kan kebohongan besar!”

Onew hanya tertawa-tawa.

“Sudah, sudah. Ayo baca yang lain!” cetus Chaerin sambil mengambil salah satu kertas. Dia membuka segelnya dengan cepat. “Aku berharap aku mendapat punya Jonghyun-oppa. Pasti.. Kyaa~! Aku benar mendapatkannya!”

“Apa tulisannya?” tanya Hyura yang sudah duduk kembali di posisi semula.

“Five reasons why i love Eunrim.. Satu, walaupun bukan tipeku, tapi dia benar-benar membuatku menyukainya. Dua, aku suka kekeraskepalaannya saat bertengkar denganku. Tiga, dia tomboy tapi kalau sedang berdandan dia terlihat feminin sekali! Empat, dia berbeda dari wanita lainnya, makanya aku suka. Lima, walaupun terlihat kuat tapi sebenarnya dia lemah. Itu membuatku ingin melindunginya.. Hey, tumben tidak..”

“Mesum..” sambung Minho sambil menatap Jonghyun dengan pandangan menyelidik.

“Kau kira aku selalu mesum? Tidak ya, aku sangat romantis!” ujar Jonghyun sambil bergaya sok penting. “Kau suka, kan? Jagiya~”

“Jangan panggil aku jagiya!” Eunrim menjitak Jonghyun. “Tapi aku suka kata-katamu,” sambungnya dengan bisikan yang sangat perlahan. Jonghyun tersenyum dan mengecup pipi istrinya.

“Oke, berikutnya!” seru Taemin sambil bangkit dari tempat duduknya. “Biar aku yang membacanya!”

“Ini,” Chaerin mengulurkan salah satu kertas dan memberikannya kepada Taemin. “Kuharap punya Eunrim..”

“Bukan, ini punyaku sendiri!”

“Cieee~!” ledek Hyura. Taemin hanya tertawa.

“Oke, aku bacakan ya.. Five reasons why i love Hyesun. Satu, dia manja dan aku suka dipanggil oppa. Dua, dia cute dan sangat baik. Tiga, aku sudah jatuh cinta kepadanya sejak pandangan pertama. Empat, aku merasa nyaman dengannya. Lima,” Taemin berhenti sebentar dan melanjutkan pidatonya. “Aku suka semua sifatnya dan aku.. emm.. harus melindunginya..”

“Eh?” Hyura menangkap keanehan pada kata-kata Taemin. “Kau mengarang ya Taemin? Kenapa wajahmu begitu?” dia langsung mengambil kertas yang dipegang Taemin dan membacanya. “Lima, karena aku sudah menikahinya berarti aku harus mencintainya~”

“Hah, dasar Taemin! Alasanmu aneh sekali! Kalau kau tidak menikah dengan Hyesun berarti kau tidak mencintainya? Huuu~”

“Habisnya waktu itu aku bingung, jadi kutulis saja begitu, Hyung. Baru terpikir sekarang tentang alasan yang lain..”

“Sudah-sudah! Kajja, baca yang lain lagi!” potong Minho begitu melihat Jonghyun sudah membuka mulutnya untuk meledek Taemin. “Siapa yang berikutnya!”

“Biar aku yang baca!” Michiyo mengambil salah satu kertas dari tiga yang tersisa. “Hemm.. Five reasons why i love Jonghyun.. Eunrimmie, punyamu!”

“Baca saja, tidak ada yang berbahaya kok!” ujar Eunrim sambil merenggangkan badannya.

“Satu, sifatnya sama keras kepala denganku. Dua, kami sering bertengkar—kurasa itulah kenapa aku mencintainya. Tiga, aku nyaman ada di dekatnya, walaupun dia sering berbuat mesum. Empat, dia romantis seperti pria-pria di drama yang aku tonton~! Lima,” Michiyo langsung menoleh kepada Eunrim. “Kau yakin yang terakhir ini juga harus dibaca?”

“Baca saja!” jawab Eunrim. Semua orang langsung penasaran tentang apa yang dia tulis.

“Emm, lima, karena yang mau dengan laki-laki berwajah aneh itu hanyalah aku. HANYA AKU!” ujar Michiyo dengan suara yang dinaikkan intonasinya. “Hmm, Eunrimmie, yang benar itu yang mau denganmu hanya Jonghyun-ssi…”

“YAAAA!!!” Eunrim langsung menyerbu Michiyo. Yang lain hanya tertawa terbahak-bahak.

Setelah beberapa menit lamanya, Hyesun mengambil dua kertas yang tersisa dan memamerkannya kepada teman-temannya. “Tinggal dua! Pasti punya kalian!”

Key dan Hyura saling bertukar pandangan saat Hyesun menunjuk mereka. Yang lain langsung penasaran yang sudah ribut menyuruh Hyesun membaca kertas pasangan suami-istri itu.

“Oke, aku buka yang ini dulu ya..” Hyesun membuka salah satu kertas. “Ini punya Hyura-unnie! Five reasons why i love Key are.. Eh..”

“Kenapa Hyesunnie? Ada yang aneh ya?” tanya Taemin. Hyesun hanya menggelengkan kepalanya dan meneruskan bacaannya.

“Satu, mollayo. Dua, aku tidak tahu. Tiga, i dont know. Empat, je ne sais pas. Lima, iie, wakarimasen…”

“Apa itu?!” sungut Jonghyun dan Minho. Hyura hanya terkekeh.

“Ada terusannya..” Hyesun menundukkan kepalanya untuk membaca tulisan super kecil yang ada di bawah tulisan yang lain. “Karena cinta sejati adalah ketika kau tidak tahu kenapa kau mencintai laki-laki itu…”

“WHOAAAAAAA~!”

“Buka punya Key! Buka buka!!”

Hyesun membuka satu-satunya kertas yang terbuka dan membelalakkan matanya. “Heh?”

“Kenapa?”

“Sama dengan milik Hyura-unnie.. Five reasons why i love Hyura are.. Satu, tidak tahu. Dua, tidak tahu. Tiga, tidak tahu. Empat, tidak tahu. Lima, lihat semua jawaban di atas…”

“Mwo?”

“Ada tulisannya lagi, bunyinya ‘Bukankah cinta tidak mengenal alasan kenapa kita mencintai wanita itu?’” Hyesun berdecak. “Kalian bersekongkol ya?”

“Itu namanya jodoh!” ujar Hyura sambil terkekeh. “Sehati~”

“Sehati apa? Ini namanya kalian saling berjanji!!”

“Kalau memang begitu bagaimana?” sahut Key. “Lagipula aku dan Hyura benar-benar tidak tahu kenapa kami saling menyukai! Benar kan, my Hyura?”

“Yap, saat Hyesun bertanya tentang hal itu, aku berpikir apa saja yang membuatku mencintai Key, aku benar-benar tidak tahu. Makanya aku suruh Hyesun memberikan angket itu kepadaku di urutan keempat..” Hyura menggaruk pipinya yang tak gatal. “Ternyata sampai di urutanku, aku menemukan begitu banyak alasan.. Aku jadi tidak tahu mana yang harus kutulis, makanya..”

“Lalu aku melihat dia menulis angket itu. Aku membaca pertanyaannya dan aku juga tidak terpikir kenapa aku bisa mencintai Hyura. Makanya, aku juga menulis aku tidak tahu..” sambung Key.

“Lagipula aku pernah mendengar, kalau mereka benar-benar pasangan yang dipersatukan oleh cinta sejati—maka saat ditanya kenapa mencintai pasangannya, mereka menjawab tidak tahu,” tambah Hyura perlahan sambil tersenyum penuh arti.

“Ah, jadi,” Onew menyahut. “Kalian menganggap kami semua pasangan yang bukan dari cinta sejati, begitu?!”

“Tidak..” sahut Key dan Hyura bersamaan.

“Bohong! Dari kata-katamu tersirat begitu!” seru Eunrim.

“Ya sudah! Anggap saja begitu!”

“YAAAA!!!”

 

The End

© 2011 weaweo. All rights reserved.

—–

gimana? sumpah ini FF abal-abal banget!! aneh banget ya bahasaku? ngga biasa nulis pake sudut pandang yang model gini jadi berasa aneh! menurut kalian gimana? aneh ngga? =____=

oh ya, aku ada FF chaptered baru lho, ada yang mau baca? wkwk~ atau masih ada yang mau sekuel dari kelima pasangan di atas? jujur aku agak bingung nih, kalian mau sekuelnya model gimana? honeymoon? atau cuma konflik biasa? NC or no NC? NC 17 apa 21? (pertanyaan nekat, padahal authornya aja belum 21 =_= buahahahaha ._.) (X_x)

aish sudahlah, lagian sekuelnya juga belum terpikirkan #digebukinreaders #larilarikepelukanbiasnyareaders. ngga janji cepet bikin, tapi mungkin aku terusin lagi FM Stories-nya. mungkin lho ya. #plaaaak!! XDD

oh iyah, berita gembira kawan-kawan! praktikum avertebrata saya tinggal dua pertemuan lagi, walaupun harus melewati satu laporan tentang arthropoda dan responsi. doakan supaya berhasil dengan nilai memuaskan! T___T <– out of topic banget ya, maklum kurang tempat curhatan😛

ya udah deh, sekian cuap-cuap saja kali ini. tinggal komen saja silakan, box komen di bawah gratis ngga ada syarat jadi komen ngga masalah kan? aku menghargai setiap komen kalian walau cuma sepatah kata, semacam jadi penyemangat aku saat bikin laporan (?) hahaha. jadi komen yaaaa ^^

salam tiga jari (?) mari berbahagia bersama saya \(=v=)/

23 thoughts on “[FF] 5 Reasons Why I Love You (FM Stories)

  1. billa says:

    aku suka banget keyra !!!
    dari awal baca ff fm stories aku udah suka benget keyra…
    apalagi aku locket….
    buat ff honeymoon nya keyra dong thor..
    pliiiissss

  2. Song Sang Byung says:

    kereeeeen….
    Aq paling ska pasangan Jonghyun dan Eunrim, walaupun gmpang bertengkar, tp mreka maniiiis..
    Tp smua jg keren k0g,. Hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s