[FF] Her Tricks (FM Stories Special Honeymoon)

title: Her Tricks (FM Stories Special Honeymoon ep 2)

author: weaweo

length: oneshot sangat pendek😛

rating: NC-17

genre: romance, comedy

main casts:

  • SHINee Choi Minho
  • Park Chaerin (YOU, OC)

disclaimer: I just own the plot and OC. please respect the author with no copying, stealing, and claiming.

author’s note: FM Stories special honeymoon datang lagi! Selamat menikmati dan~ jangan lupa komen teman-teman ^^ I like your comments🙂

 

 

 

Her Tricks

(FM Stories Special Honeymoon)

 

weaweo’s storyline

Sudah sekitar satu setengah jam aku duduk di bangku limousine mewah ini. Perjalananku terasa sangat lama—apalagi kalau bukan karena kemacetan yang melanda Seoul sekarang. Seharusnya aku sudah sampai di hotel sejak 15 menit yang lalu! Menyebalkan sekali.

Aku menghembuskan nafas kesal, memelingkan wajah dari jendela mobil. Pemandangan mobil-mobil yang berjejer dan saling membunyikan klakson hanya akan membuatku tambah kesal. Lebih baik aku tidak mengacuhkannya!

Lalu mataku tertumpuk kepada seorang perempuan yang sedari tadi duduk di sebelahku. Sudah satu setengah jam juga dia duduk di sana—namun tidak sedikitpun keluhan keluar dari mulutnya. Dia sedang menyandarkan kepalanya, matanya melihat ke luar mobil. Rambutnya yang ikal berkilauan terkena cahaya merah lampu stop mobil.

Gadis yang beberapa jam lalu menjadi istriku itu tiba-tiba menoleh. Matanya membulat. “Wae, oppa?”

“Ah, tidak ada apa-apa,” jawabku sambil tersenyum. Kugeser tubuhku merapat ke tubuhnya. “Apa yang sedang kau perhatikan, Chaerinnie?”

Chaerin tersenyum sembari menunjuk ke jalanan di luar. Ada seorang anak kecil yang sedang digandeng ayah dan ibunya—di kedua sisinya. Anak itu terlihat riang. Dia melonjak-lonjak dengan lincahnya.

“Apa besok kita akan menjadi keluarga yang seperti itu?” tanyanya.

Aku tersenyum samar. “Tentu saja. Kita sudah menikah—lalu akan memiliki anak. Membentuk keluarga yang bahagia…”

“Memangnya berapa anak yang kau mau, oppa?” tanyanya lagi. Kali ini wajahnya lebih serius.

“Hmm, dua kurasa cukup. Kembar—itu lebih baik!” seruku senang. “Pasti menyenangkan punya anak kembar, sepertimu dan Eunrim…”

“Tetapi, kalau kau punya anak semodel Eunrim, bisa kupastikan kau beruban di umur yang masih sangat muda!” ujar Chaerin mantap. “Appa saja sampai bilang, kalau Eunrim bisa dibuang mungkin dia sudah membuangnya di tempat sampah!”

“Mwo?” Aku tertawa. “Apakah Eunrim nakal sekali?”

“Kau bisa lihat sekarang bukan? Bekas kenakalannya masih terlihat sampai dia dewasa sekarang!”

Aku tertawa, membenarkan kata-kata Chaerin. Saudara kembarnya yang satu itu memang cerewet dan bandel. Pantas saja ayah mertuaku sampai berkata seperti itu.

TINNNN! TINNNN!

“Sepertinya kita harus berjalan kaki, Chaerin-ah,” aku melirik Chaerin yang tampak terganggu dengan suara klakson mobil di belakang kami itu. Keadaan jalanan di tengah kota Seoul itu bertambah kacau. “Bagaimana? Kalau menunggu kemacetan ini, bisa-bisa kita tidur di mobil!”

“Arraseo. Kajja!” Chaerin membereskan tasnya dan memegang handle pintu. Aku tersenyum lalu membuka pintu mobil bersama dengan Chaerin. Aku keluar terlebih dahulu, kemudian membantu Chaerin dan menggenggam tangannya erat.

Chaerin melirikku mesra. Dia merangkulkan kedua lengannya ke lengan kananku. Aku menuntunnya, berjalan melewati mobil-mobil yang memenuhi jalan.

“Oppa, bagaimana kalau nanti ada penggemar yang melihat kita? Wajahmu kan terkenal.”

“Biar saja. Mereka pasti sudah sering melihat pasangan baru menikah berjalan bergandengan tangan!” jawabku sambil tersenyum mesra. Chaerin tertawa.

Benar saja. Baru saja kami sampai di trotoar, sudah ada tiga orang memperhatikan kami. Mereka duduk di kafe di depan kami, berbisik-bisik satu sama lain.

“Lihat. Apa kubilang…”

“Sudah, berjalan seperti biasa saja,” potongku cepat. Kami berjalan menyusuri trotoar. Sepanjang perjalanan, banyak orang yang memandangi kami. Genggaman Chaerin mengerat saat mereka mulai berhenti dan menatap kami. Sebagian malah berhenti di tengah trotoar.

Kemudian, tiba-tiba mereka semua bertepuk tangan.

“Chukkae Minho-ssi!”

“Kalian benar-benar serasi!”

“Kyaaa~ pasangan yang baru menikah itu lucu ya? Kyeopta!”

Aku tersenyum. Kutatap Chaerin yang masih terkaget-kaget. Chaerin membalas tatapanku dan tersenyum riang. Bersamaan, kami membungkukkan badan 45 derajat. “Kamsahamnida!”

Aku menggandeng tangan Chaerin berjalan menyibak kerumunan. Menyenangkan mengetahui bahwa masyarakat menerima kami apa adanya.

 

***

 

“Oppa, kau mau mandi duluan atau aku yang duluan?” tanya Chaerin begitu ia selesai melihat-lihat seisi ruangan hotel tempat kami menginap malam ini. Rencananya, kami akan berangkat ke tempat berbulan madu kami besok pagi. Makanya kami memilih hotel di dekat bandara supaya lancar. Di samping itu, aku memang tidak mau menginap di asrama, di rumahku, maupun di rumah Chaerin.

Menginap di rumah Chaerin takkan pernah bebas! Seluruh keluarga besar Chaerin, baik dari pihak ayah maupun ibu, menginap di sana. Aku takkan bisa berduaan bebas dengan istriku. Kemarin saja, aku sudah cukup malas menghadapi bibi-bibi Chaerin yang cerewet.

Lalu, menginap di asrama? Itu hanya akan membuat Jonghyun dan Onew (yang sudah menikah) maupun Key dan Taemin (yang belum menikah) semakin menggila. Tadi saja mereka sudah ribut, menanyakan kepadaku apa rencanaku malam ini! Jonghyun dan Onew menceritakan pengalaman ‘pertama’ mereka. Lalu Taemin yang merecokiku dengan pertanyaan-pertanyaan aneh! Sedang Key yang memandangku dengan tatapan penuh artinya! Membuatku muak! Menyebalkan!

“Oppa!”

“Ah, ye?” aku mendongak. Chaerin menatapku penuh maklum—mungkin dia kira aku sedang membayangkan sesuatu. Sejenak aku lupa apa pertanyaannya, namun untunglah aku segera mengingatnya. “Kau saja duluan. Aku mau mendinginkan tubuhku dahulu.”

“Oke.” Lalu Chaerin mengaduk isi tasnya, mengeluarkan sebuah tas kecil dan beberapa potong baju. Kuperhatikan, dia seperti membunyikan sesuatu di dalam lipatan bajunya. Aku jadi penasaran, apa yang akan dia gunakan malam ini…

Malam ini! Ya, malam ini! Malam yang diam-diam aku tunggu! Kekekeke.

Oh, ya. Apa yang harus kulakukan ya? Tadi aku sempat mendengarkan cerita hyungdeul yang sudah menikah.. Aish! Kenapa aku malah memikirkan hal-hal aneh itu!

Chaerin, bagaimana perasaannya ya? Apa dia gugup? Walaupun begitu, kulihat dia biasa-biasa saja. Apa dia sudah  persiapan? Mungkin Eunrim sudah memberitahunya…

Argh. Kenapa aku jadi grogi? Lebih baik, aku menyiapkan peralatan mandi dahulu. Kuambil tasku dan mulai mencarinya.

Sebelum akhirnya, Chaerin melongok dari balik pintu kamar mandi. “Oppa?”

Aku menoleh. “Ya? Wae?”

“Biasakah kau meminjamiku sabun? Aku lupa tidak membawanya…”

“Arraseo,” aku menyahut sembari mengambil peralatan mandiku. Kuserahkan kepadanya sambil berlagak cuek. Menyingkirkan segala pikiran nakalku. “Kalau sudah selesai, letakkan saja di dalam. Setelah ini aku yang mandi bukan?”

“Ne.”

Tidak sengaja aku melihat sebagian tubuh istriku yang molek. Astaga. Dia mengagumkan. Aku jadi tidak sabar…

Argh! Pikiranku nakal! Arghhh!!

“Oppa…”

Baru saja aku berjalan tiga langkah meninggalkannya—tapi dia sudah memanggilku lagi. Aku berbalik dan menatapnya heran. “Ada apa lagi Chaerin-ah?”

“Aku lupa membawa masuk handukku… Bisa kau ambilkan? Di dalam tas.”

“Pakai saja handuk hotel, apa tidak ada di dalam?”

“Tadi terciprat air, sekarang basah semua.”

“Arraseo, arraseo.” Kuraih handuknya di dalam tas lalu kuserahkan kepadanya. “Ini.”

“Gomawo, yeobo,” Chaerin tersenyum. Sekelebat, kulihat payudaranya yang menggantung in…

Choi Minho. Semakin lama kau bersahabat dengan Kim Jonghyun, kurasa pikiranmu sama mesumnya dengan dia sekarang! Hentikan! Nanti kau dapat memikirkannya di saat yang tepat!

“Oppa…”

“Apa?!” Tidak sengaja, aku sedikit menaikkan nada suaraku. Ups, terbawa suasana.

“Kenapa kau membentakku?” tanya Chaerin dengan nada penuh sakit hati. “Aku kan cuma memanggilmu, mau meminta tolong. Menyebalkan.”

“Ya~ mianhae!” Aku meminta maaf. “Aku hanya sedang.. Err..”

“Terlambat. Aku tidak jadi saja memanggilmu. Biar kutangani sendiri!”

“Mwo?” Aku membelalakkan mata. “Apa maksudmu?”

“Kran airnya macet. Kupikir kau mau membantuku—ternyata tidak. Kau seperti bukan suamiku saja.”

Ugh. Dia menyindirku secara terang-terangan. “Aish, Chaerinnie. Aku ini suamimu bukan? Minggir, biar aku masuk dan membenarkannya.”

“Shireo. Aku marah padamu!”

“Ya~! Chaerinnie!” teriakku, mulai panas. Aku berjalan ke depan pintu kamar mandi, berusaha masuk, tetapi dia langsung berusaha menutup pintunya. Aku sudah tahu dia akan melakukannya, maka kuletakkan kakiku di sela-sela pintu, menghalangi usahanya menutup pintu serapat mungkin.

“Chaerinnie, lupakan. Aku laki-laki dan lebih kuat darimu!” seruku penuh kemenangan. Perempuan yang membelitkan handuk di sekeliling tubuhnya itu hanya meringis kesal. Dia masih berusaha menutup pintu. Kakinya mendorong-dorong kaki kiriku.

Lalu, dengan sekali sentakan, aku berhasil mendorong pintu kamar mandi itu agar membuka. Chaerin terperangah, tetapi tidak berkutik. Aku masuk dan mencari…

“Mana kran air yang rusak itu? Aku tidak…”

CEKLEK. Aku menoleh. Kulihat Chaerin mengunci pintu kamar mandi.

“Akhirnya kau masuk ke dalam perangkapku, Minho-oppa. Kekekeke.”

“Ya, Chaerinnie! Apa yang…”

Aku tidak bisa meneruskan perkataanku lebih lanjut karena Chaerin sudah menyumpal mulutku dengan bibirnya. Lidahnya langsung memenuhi rongga mulutku. Aku sampai susah bernafas.

Mungkin Chaerin tahu bahwa aku kesulitan bernafas—maka dia melepas pagutannya dan menatapku jahil. “Gwenchana oppa? Jadi hanya segini kemampuanmu?”

“Ya! Apa maksudmu? Perangkap apa?”

“Sekali lagi, kau tertipu. Aku sengaja memancingmu kemari. Habis, kau seperti menahan diri sih!” Chaerin langsung menarik kepalaku dan mencium leherku—menciptakan noda kemerahan di sana. Aku tahu karena aku melirik ke kaca di samping kananku. Kulihat tubuhnya yang begitu indah.

Nafasku boleh masih memburu, namun apakah aku harus menyia-nyiakan kesempatan emas di depanku. Kuraih dagunya dan kucium bibirnya yang merah. Tanganku merambat ke dadanya, tempat lipatan handuknya menempel.

Lalu kulepas dengan kasar. Chaerin mendorong kepalaku semakin maju, seakan ingin memperdalam ciumannya, namun kulepas bibirku dan kutatap istriku itu dengan pandangan garang.

“Kau sudah menipuku berkali-kali Chaerinnie. Masih ingat saat kau menipuku beramai-ramai dengan yang lain? Saat aku melamarmu untuk menikah?”

Chaerin mengangguk.

“Sekarang, rasakan pembalasanku!” Aku berkata dengan tajam, sebelum kugendong dia ala bridal. Dia hanya memelukku erat—mungkin takut jatuh.

Dan kuhempaskan tubuhnya di bathup. Dia terduduk dengan kaki mengangkang.

“Mari kita nikmati malam ini—membuat Minho junior, yeobo! Kembar! Harus kembar!”

“Kyaaaaa~!”

 

 

the end

© 2012 weaweo. All rights reserved.

 

 

 

 

author’s note: hahaha, gimana? Sebenernya FF bagian MinChae ini udah jadi—bahkan sebelum bagian JongRim jadi. Tapi aku memilih publish sekarang. Soalnya namanya honeymoon harus didahului mesum couple dulu *langsung ditendang sama JongRin*:mrgreen:

aku lumayan senang mengerjakan FF ini~ walaupun endingnya sedikit!~ err nanggung. NC oh NC .__.

Oh ya, promosi ah! Baca FFku yang lain dong. Love Recipe lumayan lho #promosigagal #dilemparsepatu😛

doain IPK semester ini bagus ya chingu, aaamiiin T___T #curhatcolongan😄

Oke-oke. Komen ya teman! Next will be Onew and Michiyo’s Story!! Our phobia couple! See you next time~! =)

29 thoughts on “[FF] Her Tricks (FM Stories Special Honeymoon)

  1. Han Ji Ah (gigashawol) says:

    hahaha😀
    lucu banget honeymoon mereka…
    si minho nahan nafsu nya~~ hahaha😀
    yey chaerin berhasil ngerjain minho. berhasil berhasil berhasil horeeeee!!!
    semoga dapat anak kembar deh. amin. kembar sepasang kalo bisa. wkwk😀

  2. angangels^^ says:

    waaaa NC *tutup mata*

    tadinya mau di close pas di tengah tengah… tapi tanggung ah! #parah

    minhooo… aduh chaerinnya agresif banget -____-

  3. rizkariri says:

    Annyeong wae-ya~
    Awalnya aku nyasar masuk blog ini krn search FF ‘Nichkhun’ eh masuklah saya ke blog ini. Sedikit kecewa sih, kenapa nichkhun di FFmu itu jahat, huaaaahh *peluk nichkhun* ketauan deh bias aku siapa? Haha
    Trus aku menjelajah ke blog kamu, baca FF yg Shinee, wah seru, lanjut lagi, ampe semuanya aku lahap abis itu FF kamu, dan sedikit malu, umurmu masih muda tapi FFmu bagus,nak. Huaaah.
    Teruskanlah menulis, hehe
    Salam kenal, aku Riri.🙂

    • weaweo says:

      Annyeong Riri-ssi (eh apa unnie ya? kayaknya kok lebih tua daripada aku?)^^

      Ah~ mianhae T^T Di Belle the Angel emang Nichkhun perannya jahat ,___, soalnya emang harus gitu kalau nggak nggak jalan ceritanya (ini mah jelas #plak) #abaikan hahaha😄 Besok deh kalau aku bikin FF lagi ntar bikin karakter yang baik buat Nichkhun-oppa ^^
      HUWAAAA~ makasih Riri >////< Makasih T^T

      Sippo~ menulis sampai tua hahaha X)
      Salam kenal juga~ oh iya:

      Selamat datang di INTEGRALPARSIAL~ betah-betah yaaa *tabur confetti* XDDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s