[FF] My Heartbreaker

Cr: kayaknya PSD coloringnya dari Cute Pixie@KpopGraphicsIndo dan jaejunggim@dA. Nanti biar aku lihat lagi ^^

Title: My Heartbreaker

Author: weaweo

Length: oneshot (pendek)

Rating: PG-15

Genre: angst, romance

Main Casts:

  • IU as Lee Jieun

Disclaimer: This fanfiction, include the plot, is originally mine. Do not copy, steal, or claim it. Please respect the author.

Author’s Note: Halo, Wea di sini! \(^O^)/ Walaupun udah bilang jarang update blog, tetapi aku akan tetap datang membawa FF baru:mrgreen: Ini oneshot, tapi kependekan. Kalau drabble, menurut aku kepanjangan. Halah, udahlah. Kekeke, dibaca ya dan jangan lupa kasih komen🙂

 

 

My Heartbreaker

weaweo’s storyline

 

“You break my heart with just one action.”

 

 

Kuhempaskan tubuhku di atas tempat tidurku dengan posisi terlentang. Kurentangkan tanganku lebar-lebar. Aku memandang ke langit-langit kamar. Mengamati terangnya lampu yang menempel di sana.

Lalu menangis dalam diam.

Baru satu jam yang lalu aku melihat seseorang yang sangat aku sukai. Seharusnya aku senang melihatnya—karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Perasaan mencintai dalam hatiku dapat dipastikan akan meletup karena kegirangan. Rasa senang yang berbeda dari biasanya. Sesuatu yang jarang kurasakan akhir-akhir ini.

Namun, sekarang rasa itu mungkin akan berakhir.

Kenapa? Kenapa saat sekarang? Kenapa tidak sejak dahulu? Sejak kami berpisah karena keadaan?

Kalau Tuhan bisa menjawabku sekarang, pasti Dia akan berkata, “Takdir.” Lalu, seluruh alam akan menertawakanku karena sudah melewati delapan tahun dengan mencintainya.

Sebelum aku tahu bahwa dia sudah punya pacar.

 

***

 

Suara gemerincing lonceng yang digantungkan di jendela kamar membangunkanku. Kukerjapkan mataku beberapa kali. Setelah beberapa menit bergulat dengan tempat tidur, aku bangkit. Pertama kali yang kutuju adalah cermin yang menempel di balik pintu kamarku.

Astaga. Aku terlihat sangat menyedihkan.

Ada kantung mata super besar di wajahku. Eyeliner yang kupakai luntur, bedak di kulitku sudah hilang tak berbekas.

Aku mengingat-ingat apa saja yang terjadi kemarin.

Ah, ya. Aku melihat laki-laki itu bersama seorang wanita yang tidak jauh lebih baik dariku. Lalu, setelah menangisinya semalaman, aku tertidur di kamar. Yah, tanpa membersihkan wajahku terlebih dahulu.

Lalu, apa aku peduli? Apa aku peduli seberapa banyak jerawat yang akan muncul di wajahku setelah ini? Biasanya aku akan kebingungan, namun kali ini aku benar-benar mati rasa. Sama sekali tidak merasakan apapun.

Bahkan air mataku juga sudah mengering.

Lihat, aku sudah tidak bisa menangis. Seberapa keras aku mencoba. Seberapa sakit perasaan yang mengendap di hati ini.

Kukepalkan tanganku untuk menahan letupan sakit hati yang tiba-tiba menusuk.

Perasaan yang khas dari seorang wanita yang merasa dicampakkan.

 

***

 

Aku membuka pintu kayu yang berat di depanku itu. Tercium bau pengap keluar dari ruangan tua yang kuhadapi. Ruangan itu kosong, tidak ada penghuninya. Hanya kursi dan meja-meja yang ditinggalkan, berjejer rapi mengarah ke salah satu sisi ruangan. Di sisi yang mereka hadapi, menempel sebuah papan tulis berwarna hitam kelam.

Kelasku semasa dulu. Saat aku masih duduk di high school. Di tempat inilah aku mulai merasakan cinta. Perasaan yang tidak dapat dilukiskan dengan sebatas kata-kata.

Kumasuki kelas itu dengan suara pelan. Untunglah, sekolah ini sedang liburan musim panas. Kurasa takkan ada satupun manusia yang menyadari kalau aku membobol sekolah ini dan memasuki salah satu ruangannya.

Aku hanya ingin mengingat bagaimana aku bertemu laki-laki itu.

Kurebahkan tubuhku di bangku milikku—semasa aku masih bersekolah. Bangku ini masih sama. Mejanya juga. Tidak berubah. Satu-satunya yang berubah adalah hatiku. Perasaannya tidak sama lagi, seperti tiga tahun lalu saat aku masih duduk di bangku kelas ini.

Aku menghela nafas. Mengingatnya malah membuatku sakit hati. Dia laki-laki yang pertama kali aku cintai, tetapi berakhir dengan seperti ini.

Delapan tahun yang sia-sia bagi seorang Lee Jieun. Benar-benar sia-sia.

Kau bodoh Jieun! Kau tahu pasti dia takkan mencintaimu. Sejak dahulu kau tahu itu takkan terjadi. Tetapi kau tetap mencintainya dengan segenap perasaan tercurah padanya.

Kalau saja dari dulu kau benar-benar berusaha melupakannya, mungkin perasaanmu takkan sekacau ini!

Tetapi bagaimana aku bisa melupakannya? Kalau yang terlintas di pikiranku setiap saat adalah laki-laki bermata coklat itu? Lalu bagaimana dengan senyuman renyahnya yang terukir setiap kali aku menoleh kepadanya?

 

***

 

Kuhentikan mobilku di tepian Sungai Han dan keluar dengan topi rajutku yang lebar. Kulangkahkan kakiku dengan berat. Tidak banyak orang di sini. Mungkin karena cuacanya yang panas.

Di tepian sungai, tepat di sinilah, kami bertatap-tatapan. Dia ada di seberang sana, sedang aku berdiri di sini. Sedang bersama keluargaku, sehabis berolahraga sore.

Mungkin bagi manusia biasa, akan sulit untukmu melihat seseorang yang berdiri di seberang sungai sana. Namun, tidak bagi manusia yang sedang jatuh cinta. Seberapa jauh orang yang kau sukai, radarmu akan menangkap sinyalnya dengan tepat. Seperti itulah aku dahulu.

Meskipun aku tidak tahu apakah dia benar-benar mengamatiku dari seberang sana atau tidak. Mataku mungkin sedikit tidak benar, namun apa salahnya menguatkan diri sendiri saat segalanya terasa tidak mungkin?

Astaga. Perasaan sakit itu datang bersama perasaan bahagia saat aku mengingat pernah bertemu dengannya di titik ini.

Seandainya aku bisa menghilangkan perasaan sakit ini.

Mungkin hanya Tuhan yang bisa. Kalaupun tidak, aku bersedia mati agar perasaan ini tenggelam, mengikuti arus sungai di bawah sana.

 

***

 

Aku berjalan dengan langkah gontai di jalanan sekitar Myeongdong yang ramai dengan turis. Di telingaku terpasang headphone yang terhubung dengan i-Pod milikku, memutar musik-musik kesukaanku dengan volume yang cukup keras.

Biasanya, aku memang begini. Kalau sedang tidak ingin diganggu. Apalagi saat sedang bimbang seperti sekarang.

Namun melodi itu masuk ke dalam telingaku, walaupun musik dari i-Pod membisingkanku. Melodi itu tetap mengalun tanpa dapat kucegah. Melodi yang didentingkan seseorang, menggunakan piano, di depan sana.

Lagu yang tidak kukenal namanya ini adalah lagu yang dimainkan laki-laki itu di depanku, saat penilaian praktek seni musik dahulu. Melodi yang tidak ingin kudengarkan untuk saat ini—karena hanya membuatku sakit.

Bagaimana aku bisa melupakanmu? Aku ingin menggantikanmu dengan sosok yang lain, namun setiap kali aku mencoba…

Memori itu tetap datang menghampiriku.

Menginjakku. Meremasku. Menghancurkan segala usaha yang telah kulakukan untuk sekadar melupakanmu, barang sebentar.

Mataku menatap nanar trotoar yang kuinjak. Aku sudah berhenti berjalan. Membiarkan lautan manusia melewatiku dengan acuhnya. Membiarkan aliran waktu meninggalkanku.

Seakan segala yang kulakukan sekarang dapat menyembuhkan hatiku yang sudah cukup terluka.

Jujur, aku sudah tidak ingin dilukai lagi. Dilukai dengan memori darimu yang begitu manis, namun membuatku merasakan derai-derai itu. Perih yang menusuk. Tajam. Tepat sasaran.

Bahkan kita bahkan tidak pernah mengucapkan kata ‘selamat tinggal’.

Mudah sekali untuk meninggalkanmu. Tetapi tidak mudah untuk meninggalkanmu dari relung hatiku.

Bagaimana bisa kau membuatku begini? Kau mengacaukan hatiku! Kau merusak hidupku! Kau hancurkan impian indahku!!

Air mataku mulai menggenang kembali.

Ya Tuhan, aku tidak mau bertepuk sebelah tangan lagi. Ini terlalu sakit. Aku ingin melupakannya. Kirimkan seseorang yang dapat membuatku melupakan laki-laki itu, Tuhan. Aku mohon.

BRUK!!

“Ah, maafkan aku!”

Aku mendongakkan wajahku. Mengerjapkan mataku untuk menghilangkan berkas genangan air mataku.

Kulihat seorang laki-laki dengan mata kecil dan wajah yang tampan. Senyuman yang renyah dan mata yang penuh rasa bersalah. Dia terbelalak melihatku lalu membantuku membersihkan kekacauan yang ia timpakan kepadaku.

Walaupun es krim itu mengotori rokku, namun aku tidak marah.

“Maafkan aku, sekali lagi, maaf. Aku benar-benar tidak sengaja…”

“Gwenchana.”

“Mmm… Namaku Jang Wooyoung. Namamu?”

Aku terperangah sebentar. Hanya beberapa detik sebelum aku sadari bahwa mungkin saja dia adalah orangnya.

Tuhan langsung mengabulkan permintaanku?

“Lee Jieun imnida.”

“Salam kenal ya, Jieun-ssi. Kau mau minum kopi di kafe sebelah sana? Hitung-hitung sebagai permintaan maafku?”

Aku mengangguk. “Boleh-boleh saja.”

Kami berdua berjalan beriringan bersama.

….

….

…..

“CUT!!”

“Kerja bagus, IU-ssi, Wooyoung-ssi! Syuting selesai hari ini!”

Seluruh kru bersorak gembira. Aku dan Wooyoung ikut bersorak. Akhirnya selesai juga syuting music video untuk laguku yang terbaru kali ini.

“Aktingmu bagus sekali, Jieun-ah. Lain kali, kau akan kuundang kalau 2PM sedang syuting MV juga,” kata Wooyoung sambil menjabat tanganku.

“Kau juga bagus. Aku senang kita dipasangkan dalam MV terbaruku.”

“Kurasa sutradara ingin memunculkan Milky Couple lagi. Hem, kau mau minum?”

Aku mengangguk.

“Tampaknya lagumu akan menjadi hits lagi! Aku akan menjadi orang pertama yang membelinya nanti,” kata Wooyoung sambil meminum air mineralnya.

Aku tertawa. “Semoga saja!”

Sambil meminum jus jerukku, kulirik poster yang menempel di dinding studio kami. Fotoku terlukiskan di sana, menatap kejauhan dengan mata menerawang sedih. Di bawahnya tertulis dengan jelas….

 

Release on 1st April!!

IU’s New Single

‘MY HEARTBREAKER’

 

 

The End

© 2012 weaweo. All rights reserved.

 

 

Author’s Note: Gimana? Ini FF pertama aku yang pake cast IU :3 Yang berikutnya juga bakalan pake IU lagi, kekeke😄

Makasih buat yang udah baca. Apalagi yang mau meluangkan waktu hanya untuk mengomentari FF ini. Komen yap😛

 

40 thoughts on “[FF] My Heartbreaker

  1. chevelleanne says:

    What !??? Komenku gak masuk O.O *nangis darah di pojokan*
    Fine ! Ngetik lagi aja

    Saya ketipu u.u
    Gila de, padahal awalnya bikin feel terombang ambing
    Eh ternyata oh ternyata cuman syuting MV Dx
    Sungguh, awalnya itu ‘jleb’ banget
    Mengingatkanku pada cinta pertama *eaaa, kecil kecil udah suka sukaan aje*, dan yang juga bertepuk sebelah tangan T^T
    *okeh, abaikan*
    Tunggu, betewe inget aku kan ? Ini lho, Felisa, yang suka ngomen gak jelas ^^
    Jangan pingsan ya baca komennya u.u
    Aku hanya mencoba untuk jujur dan terbuka
    Kak, kapan kapan ajarin donk, gimana cara memilah-milah kata demi kata
    Kalo aku mah bukannya bikin feel sapai ke reader, eh malah bikin bingung karena ke ‘gak jelasan’ bahasanya QAQ

    Satu lagi, kenapa sih karya Kak Wea selalu keren ?! Minum obat apa !? QAQ *menggila*
    Cukup, sekian dulu xD Bubyeeee~ *tebar kiss bye #PLAK*

    • weaweo says:

      Maaf ya nipu ,_,
      CIEEEEEE~ apa ini? So sweet kyahahahaha XDD
      Iya gapapa kok dek~ nyantai aja ^^
      Kekeke, memilah-milah kata yaa… tergantung.. aaah, susah ngomongnya #plak hahahah (-__-;)
      Hem, mikir yang paling simpel aja dek. Jangan pake bahasa yang susah atau belibet~ kekekeke ^^

      Kekeke, jadi ngembang hidungku~ makasih ya ^O^ Aku nggak minum obat, tapi minum air comberan depan rumah 3 kali sehari. Dijamin langsung tokcer #plak *dilempargayung*

      Kekeke, makasih ya Felisa~~ muaaaah *ikutan tebar kiss bye* ^O^

      • chevelleanne says:

        Tenang, gak bakal dilaporin ke polisi kok, aku kan baik *idih boong*
        Nah itu dia, pake bahasa simpel kata-katanya jadi sering diulang u.u
        Idung ngembang O.O Kayak Cu Pat Kai donng ? *plak* *korbansungokong*
        Maaf saya gak punya air comberan, airnya abis diminum orang T^T

        Sama-sama *kedipkedipauahgakjelas*

      • weaweo says:

        Asyik~ hahahaha XDD
        Makanya cari kata-kata lain ;p #plak
        Bukan Cu Pat Kai, tapi Sule #plaklagi =______=
        Ya udah, air teh juga gapapa. Yang hangat ya, manisnya sedengan aja hahahaha ^O^

      • chevelleanne says:

        Hiyaa .. Itu dia, kata-kata baru bikin saya menggalau~ Tralalalaala~ *okeh,abaikan*
        Sule mah lebih parah ;A;
        Air teh? Waduh, mahal mbak .. Mending nih, jeng, air got ajah *plaakkk*, dikasih serutan tebu, biar manis xD *ditendang*

      • weaweo says:

        Sebenernya sih kalau udah ketangkep pasti gampang ngomongnya~~ (lhohoho?)
        Lha kamu mintanya apa deh Fel? Kakak kasih deh😛
        Nggak doyaaan~ maunya air bekas cucian baju aja, boleh? Kasih sirup yaaa~ sirup framboze hahaha

      • weaweo says:

        iya~~ perlu aku pinjemin jaring buat nangkepinnya? #plak #abaikan O_O
        hatiku? kalau gitu kamu antri dulu ya~~ namamu aku masukin ke waiting list~ kamu urutan ke 100 berapa gitu *emang apaan* #slapped hahaha😄
        apaan deh~ terserah kamu hahaha XDDD

      • chevelleanne says:

        Gak deh, pake jaringnya si Bolang Bocah Petualanngg~ (?)
        Iya, wah, nunggu berapa antrian, Mas? *didepak*
        Eh 100 ding *baru baca* Whatttttt?! Dikit amat, waiting list guah ajah 1000 berapah gituh *keyboard error*
        Yaa.. Kok terserah aku sih?

  2. funnyfunny says:

    lg iseng2 buka blog ini gara2 msh penasaran ama ff lanjutan love recipe yg entah author msh ingat atau tidak T^T dan nemu ff ini…
    ceritanya mirip sama aku yg lg patah hati T^T
    “Mungkin bagi manusia biasa, akan sulit untukmu melihat seseorang yang berdiri di seberang sungai sana. Namun, tidak bagi manusia yang sedang jatuh cinta. Seberapa jauh orang yang kau sukai, radarmu akan menangkap sinyalnya dengan tepat. Seperti itulah aku dahulu.” suka banget sama kata2 itu, benerrrrrrr bangettttttttt….
    sejujurnya saya kangen author huhuhu
    lama banget hiatusnya
    semoga ajadeh ff nya cepet dilanjutin dan kalo boleh bikinin ff cast nya exo dong esp sehun *reader banyak maunya* :p
    sekian duludeh, kayaknya saya udah komen terlalu panjang eheheh..
    byebyeee~~~

    • weaweo says:

      Ah, kayaknya patah hati emang penyakit semua cewek, hiks😦
      Makasih~ bikin tersipu-sipu nih kamu >//<
      Maaaaaf, aku akuin deh ini udah terlalu lama hiatus😦
      Tapi tenang aja ^^ Ini baru persiapan untuk comeback (?)~ tunggu aja ya (sampai ff yang lagi saya garap selesai /plak jiakakakakaka):mrgreen:
      Sip! Tenang, EXO sih udah jelas bakalan masuk list *siul-siul*😛
      Makasih banyaaaak ya chingu~~😀

      Anyway, Love Recipe udah ada lanjutannya kok .___. Coba cari di tag Love Recipe~ xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s