[FF] Love Recipe (Chapter 8)

title: Love Recipe

author: weaweo

length: chaptered

rating: PG-15

genre: romance, comedy, AU

main casts:

  • U-KISS’s Eli (Kim Kyoungjae)
  • Ahn Yooshin (OC, YOU)
  • T-ARA’s Park Jiyeon

disclaimer: this fanfiction, include the plot, is originally mine. do not copy, steal, or claim it. please respect the author. there’s a scene of this fanfiction, is inspired from a manga by Chiba Kozue, but with different plot and casts.

previous: [TEASER] | [CHAPTER 1] | [CHAPTER 2] | [CHAPTER 3] | [CHAPTER 4] | [CHAPTER 5] | [CHAPTER 6] | [CHAPTER 7]

author’s note: annyeong! wea is back! sudah nyampe chapter 8 nih! gimana kelanjutan deklamasi habis-habisan Chunji kemarin ya? saksikan hanya di Chapter 8! yeyeyeyey~ enjoy reading! jangan lupa komen! ^^

 

 

Love Recipe

weaweo’s storyline

 

“Destiny is never fail”

 

 

“Mwo?”

“Apa?! Chef Eli?”

Continue reading

[FF] Love Recipe (Chapter 7)

title: Love Recipe

author: weaweo

length: chaptered

rating: PG-15

genre: romance, comedy, AU

main casts:

  • U-KISS’s Eli (Kim Kyoungjae)
  • Ahn Yooshin (OC, YOU)
  • T-ARA’s Park Jiyeon

minor casts:

  • Teen Top’s Chunji
  • etc.

disclaimer: this fanfiction, include the plot, is originally mine. do not copy, steal, or claim it. please respect the author. there’s a scene of this fanfiction, is inspired from a manga by Chiba Kozue, but with different plot and casts.

previous: [TEASER] | [CHAPTER 1] | [CHAPTER 2] | [CHAPTER 3] | [CHAPTER 4] | [CHAPTER 5] | [CHAPTER 6]

author’s note: udahlah, nggak usah banyak bicara. selamat menikmati! jangan lupa kasih komen buat author yang manis ini #dilemparember #dimasukinkesumur .____.

 

 

Love Recipe

weaweo’s storyline

“Destiny is never fail”

“Aku pulang!” seruku saat membuka pintu. Aku menutupnya perlahan dan menguncinya. Lampu depan dimatikan, begitu juga dengan lampu di ruang tamu dan tengah. Padahal jarum pendek belum menunjukkan angka sembilan. Tidak mungkin kalau umma dan appa sudah tidur.

Oh, iya. Hari ini kan ada shift malam. Pasti umma sudah berangkat. Appa mungkin sedang menonton televisi.

Hari ini adalah hari terakhir kelas spesial, yang aku jalani, diadakan. Besok adalah hari yang paling penting. Ujian! Hah, dengan bekal materi yang sebanyak ini dan waktu istirahat yang kurang—aku tidak yakin apakah aku bisa.

Lampu menyala terang setelah aku memencet saklar dengan tangan kiriku. Aku terkejut melihat sosok umma duduk di ruang tamu. Kepalanya menunduk. Tangannya menggenggam secarik kertas.

Continue reading